Senin, 27 Juli 2026

Kelas 2 Abu Hurairah, Materi Ajar Bahasa Indonesia dan Matematika

  Materi Ajar Bahasa Indonesia & Matematika

Nama Guru        : Amelia Anggraini, S.Pd.

Mata Pelajaran  : Bahasa Indonesia Matematika

Hari/ Tanggal     : Selasa / 28 Juli 2026

Kelas                  : Kelas 2 Abu Hurairah

Bab/Materi Ajar        : 

Bab 1/ Mengenal perasaan

Bab 1/ Bilangan Cacah sampai dengan 50

TP / Kriteria Pembelajaran :  

Memahami informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengarkan) berupa percakapan yang berkaitan dengan diri, keluarga, dan/atau lingkungan sekitar. 

Menghitung dan membaca banyak benda sampai dengan 50 dengan tepat.

Bahasa Indonesia

🌤️🕌

Pembukaan Pembelajaran

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh! 👋

Selamat pagi, anak-anak sholih dan sholihah kesayangan Ibu Guru! Sebelum belajar hari ini, yuk berdoa dulu bersama-sama.

رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا وَارْزُقْنِي فَهْمًا

"Rabbi zidnii 'ilman warzuqnii fahmaa"

Artinya: "Ya Allah, tambahkanlah ilmu kepadaku dan berilah aku pemahaman yang baik." Aamiin. 🤲

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an Surah Al-'Alaq ayat 4, bahwa Allah mengajarkan manusia menulis dengan pena. Karena itu, kita perlu belajar menulis dengan baik dan benar, termasuk menggunakan huruf kapital pada tempatnya. Yuk, hari ini kita belajar menjadi anak sholih dan sholihah yang teliti dan rapi dalam menulis. 🌟

Yuk, sekarang kita mulai belajar! 🎉

📖 Ayo Belajar

Perhatikan Dua Kalimat Ini

❌ BELUM TEPAT
budi pergi ke bandung.
✅ SUDAH TEPAT
Budi pergi ke Bandung.

Coba perhatikan, kalimat sebelah kanan terlihat lebih rapi dan benar, bukan? Itu karena ada huruf kapital (huruf besar) yang digunakan pada tempat yang tepat. Yuk, kita pelajari kapan huruf kapital digunakan!

🔠 Tiga Aturan Penting

Kapan Huruf Kapital Digunakan?

1
Awal Kalimat
Huruf pertama di awal kalimat harus kapital. Contoh: "Ani bermain di taman."
2
Nama Orang
Setiap nama orang diawali huruf kapital. Contoh: "Aku berteman dengan Rudi."
3
Nama Tempat
Nama kota, desa, atau tempat diawali huruf kapital. Contoh: "Kami tinggal di Surabaya."
✏️ Latihan Soal

Yuk, Coba Sendiri!

1
Memperbaiki Kalimat

Perbaiki penulisan kalimat berikut dengan huruf kapital yang tepat: "siti bermain di rumah nenek."

Perbaikan: ____________________________
2
Menulis Nama Sendiri

Tuliskan namamu sendiri dengan huruf kapital yang benar pada huruf pertamanya!

Namaku: ______
3
Memilih Kalimat yang Benar

Manakah penulisan kalimat yang sudah menggunakan huruf kapital dengan tepat?

A. dito tinggal di kota semarang.
B. Dito tinggal di Kota Semarang.
C. Dito tinggal di kota semarang.
Jawaban yang tepat = ______
4
Menulis Nama Kota

Tuliskan nama kota tempat tinggalmu dengan huruf kapital yang benar pada huruf pertamanya!

Nama kotaku: ______
5
Melengkapi Kalimat Rumpang

Lengkapi kalimat berikut dengan huruf kapital yang tepat di awal kata yang bergaris bawah: "___eni membeli buku di toko ___urniawan."

Kalimat lengkap: ____________________________

📌 Kesimpulan

  • Huruf kapital digunakan pada tiga tempat utama: awal kalimat, nama orang, dan nama tempat.
  • Menggunakan huruf kapital dengan tepat membuat tulisan kita lebih rapi dan mudah dibaca.
  • Sebelum menulis, biasakan untuk memeriksa kembali apakah huruf kapital sudah digunakan pada tempat yang benar.
  • Semakin sering berlatih, semakin terbiasa kita menulis kalimat dengan huruf kapital yang tepat!

Matematika

llah SWT berfirman dalam Al-Qur'an Surah Maryam ayat 93–94, bahwa Allah telah menghitung jumlah seluruh makhluk-Nya dengan hitungan yang sangat teliti. Hari ini kita akan belajar mengelompokkan bilangan dengan teliti dan rapi, seperti seorang anak sholih dan sholihah yang tertib dalam belajar. 🌟

Yuk, sekarang kita mulai belajar! 🎉

📖 Ayo Belajar

Bagaimana Jika Kartu Ini Dikelompokkan?

Perhatikan kartu-kartu bilangan berikut ini. Bisakah kamu mengelompokkannya menjadi beberapa kelompok?

1227458331950

Ada banyak cara untuk mengelompokkan bilangan-bilangan di atas, misalnya berdasarkan banyak angkanya, besar-kecilnya, atau apakah bilangan itu genap atau ganjil. Yuk, kita pelajari satu per satu!

🗂️ Cara Mengelompokkan

Empat Cara Mengelompokkan Bilangan

1️⃣2️⃣

Bilangan satu angka dan dua angka — contoh: 8 adalah bilangan satu angka, sedangkan 27 adalah bilangan dua angka.

⚖️

Bilangan kurang dari 25 dan lebih dari 25 — contoh: 12 termasuk kurang dari 25, sedangkan 33 termasuk lebih dari 25.

👫

Bilangan genap dan ganjil — bilangan genap habis dibagi 2 (2, 4, 6, ...), bilangan ganjil tidak habis dibagi 2 (1, 3, 5, ...).

🔟

Kelompok puluhan — bilangan dikelompokkan menjadi 1–10, 11–20, 21–30, 31–40, dan 41–50.

Contoh: Mengelompokkan Bilangan Genap dan Ganjil 👫

🟢 Bilangan Genap
81250
🟠 Bilangan Ganjil
27451933
🎮 Ayo Bermain

Permainan "Sortir Bilangan"

🃏📦

Kartu-kartu bilangan akan diacak, lalu setiap murid berlomba mengelompokkan dan menempelkannya pada papan kelompok yang sesuai (misalnya papan "Genap" dan papan "Ganjil"). Siapa yang paling tepat dan cepat mengelompokkan kartunya? 🏆

✏️ Latihan Soal

Yuk, Coba Sendiri!

1
Satu Angka atau Dua Angka

Kelompokkan bilangan berikut menjadi "satu angka" dan "dua angka": 5, 14, 9, 38

Satu angka = ______   |   Dua angka = ______
2
Kurang dari 25 atau Lebih dari 25

Kelompokkan bilangan berikut menjadi "kurang dari 25" dan "lebih dari 25": 18, 41, 22, 47

Kurang dari 25 = ______   |   Lebih dari 25 = ______
3
Genap atau Ganjil

Manakah dari bilangan berikut yang termasuk bilangan genap: 16, 21, 30, 25?

Bilangan genap = ______
4
Kelompok Puluhan

Bilangan 34 termasuk ke dalam kelompok puluhan yang mana?

Bilangan 34 masuk kelompok puluhan = ______ (contoh: 31–40)
5
Menjelaskan Alasan

Menurutmu, mengapa bilangan 40 termasuk bilangan genap dan bukan bilangan ganjil? Coba jelaskan dengan kata-katamu sendiri!

Alasanku: ____________________________

📌 Kesimpulan

  • Bilangan dapat dikelompokkan berdasarkan berbagai aturan, seperti banyak angka, besar-kecil bilangan, genap-ganjil, atau kelompok puluhan.
  • Bilangan genap adalah bilangan yang habis dibagi 2, sedangkan bilangan ganjil tidak habis dibagi 2.
  • Mengelompokkan bilangan membantu kita memahami dan mengurutkan bilangan dengan lebih terstruktur dan rapi.
  • Semakin sering berlatih mengelompokkan, semakin cepat dan tepat kita mengenali pola bilangan!