Rabu, 30 September 2026

Materi Ajar Seni Rupa

 IDENTITAS

Nama Guru            : Amelia Anggraini, S.Pd.

Mata Pelajaran      : Seni Rupa

Hari / Tanggal        :  Kamis / 5 Oktober 2026

Fase / Kelas           : A / 2 Abu Hurairah

Materi                     : Bab 2- Mengetahui Makna Karya Cetak, Teknik Pembuatan Karya Cetak, serta Alat dan Media Pembuatan Karya Cetak

Pertemuan             : 11


                                                  


🖨️ Seni Rupa Kelas 2 SDMengetahui Makna Karya Cetak, Teknik Pembuatan, serta Alat dan Media Karya Cetak

📘 Capaian Pembelajaran (CP)

Mengacu pada Capaian Pembelajaran Seni Rupa Fase A (Kelas I–II SD) Kurikulum Merdeka terbaru: di akhir Fase A, peserta didik mampu membuat karya seni rupa dengan menggunakan hasil pengamatan, pengalaman, perasaan, dan minatnya. Dalam mewujudkan gagasannya menjadi sebuah karya seni, peserta didik mampu mengeksplorasi alat dan bahan dasar yang tersedia di sekitar, serta mampu menjelaskan karya seni dan proses penciptaannya dengan bahasa sehari-hari.

Elemen yang ditekankan pada materi ini: Mengalami (Experiencing) — mengenal alat dan bahan cetak sederhana, dan Menciptakan (Making) — mempraktikkan teknik cetak untuk menghasilkan sebuah karya.

🎯 Tujuan Pembelajaran (TP)

TP 1: Peserta didik mampu memahami makna karya cetak dan mengenal teknik-teknik sederhana dalam membuat karya cetak.

TP 2: Peserta didik mampu mengenal serta menggunakan alat dan media yang digunakan untuk membuat karya cetak sederhana.

Rincian pelaksanaan TP dalam kegiatan belajar:

Doa dan tepuk semangat sebelum belajar Mindful
Menonton video pembelajaran tentang teknik karya cetak Joyful
Tanya jawab tentang benda-benda di sekitar yang bisa dijadikan cap Meaningful
Mengamati contoh hasil karya cetak (cap pelepah pisang, kentang, daun) Meaningful
Bernyanyi lagu "Cap Cip Cup, Ayo Mencetak!" bersama-sama Joyful
Praktik langsung membuat karya cetak dengan pelepah pisang/kentang Joyful Meaningful
Mengerjakan latihan soal pilihan ganda dan isian singkat Mindful
Refleksi akhir dan bersyukur atas kemampuan berkarya Mindful

🧭 Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

ATP 1 (untuk TP 1 – Makna dan Teknik Karya Cetak): Peserta didik mengamati beberapa contoh hasil karya cetak → berdiskusi tentang cara benda tersebut dicetak → menyimpulkan makna karya cetak dan mengenal teknik-teknik dasar pembuatannya.

ATP 2 (untuk TP 2 – Alat dan Media Karya Cetak): Peserta didik mengamati alat dan bahan yang dapat digunakan sebagai cap (pelepah pisang, kentang, daun, spons) → mencoba mengoleskan pewarna pada alat cap → mempraktikkan mencetak pada kertas menggunakan alat dan media tersebut.

🌸 Apersepsi Singkat

Guru mengajak murid bertepuk tangan sambil bernyanyi riang, lalu menunjukkan selembar kertas bergambar motif cap berulang (misalnya bentuk bunga dari cap kentang). Guru bertanya: "Anak-anak, pernahkah kalian melihat gambar yang bentuknya sama berulang-ulang seperti ini? Menurut kalian, bagaimana cara membuatnya?" Murid diajak menebak dan menyebutkan pengalaman mereka mencap tangan atau kaki dengan cat air.

🕌 Ayat Kebesaran Allah

Sebelum belajar membuat karya cetak dari bahan alam ciptaan Allah, mari mengingat kebesaran-Nya melalui tiga Asmaul Husna berikut:

Al-Khaliq (الخالق) — Yang Maha Pencipta. Allah menciptakan pelepah pisang, daun, dan umbi-umbian dengan bentuk dan motif yang indah, yang kemudian bisa kita jadikan alat cetak (QS. Al-A'raf ayat 54; QS. Al-Mu'minun ayat 14).

Al-Malik (الملك) — Yang Maha Merajai. Segala bahan alam yang kita gunakan untuk berkarya, seperti daun dan umbi, adalah milik dan kekuasaan Allah semata (QS. Al-Hasyr ayat 23).

Ar-Razzaq (الرزاق) — Yang Maha Pemberi Rezeki. Allah memberikan bahan-bahan alam di sekitar kita serta kemampuan tangan untuk berkreasi membuat karya cetak sebagai salah satu nikmat/rezeki-Nya (QS. Az-Zariyat ayat 58).

Mari kita syukuri nikmat ini dengan memanfaatkan bahan-bahan alam di sekitar untuk berkarya dengan rapi dan penuh semangat.

🖼️ Inti Pembahasan Materi

1. Makna Karya Cetak

Karya cetak adalah karya seni rupa yang dibuat dengan cara menekan atau mengecap suatu alat/acuan yang sudah diberi warna ke atas kertas atau media lain, sehingga menghasilkan gambar atau motif yang bisa dibuat berulang-ulang dengan bentuk yang sama.

🍌 Alat cetak diolesi warna
➡️
🖐️ Ditekan pada kertas
➡️
🌸 Muncul motif cetak

2. Teknik Pembuatan Karya Cetak Sederhana

Cetak Kentang
Cetak Daun
Cetak Pelepah Pisang
Cetak Jari (Fingerprint)
Cetak Spons

3. Video Pembelajaran

▶️ Tayangkan video pembelajaran tentang "Teknik Membuat Karya Cetak Sederhana" untuk anak SD.
Klik di sini untuk memilih video di YouTube

*Silakan pilih video yang paling sesuai lalu tempelkan link embed-nya di sini sebelum diunggah ke Blogger.

4. Alat dan Media Pembuatan Karya Cetak

🍠 🍌 🍃 🧽 🎨 📄

Kentang/wortel yang dipotong, pelepah pisang, daun-daunan, spons/busa, cat air atau pewarna makanan, kertas gambar, dan alas kerja (koran bekas) untuk menjaga kebersihan meja.

5. Latihan Soal Pilihan Ganda (10 Soal)

1. Karya seni yang dibuat dengan cara menekan alat bercat ke kertas disebut karya ....
a. Lukis b. Cetak c. Lipat d. Anyam
2. Berikut ini bahan alam yang bisa digunakan untuk mencetak, kecuali ....
a. Kentang b. Pelepah pisang c. Daun d. Kaca
3. Sebelum dicap ke kertas, alat cetak harus diolesi terlebih dahulu dengan ....
a. Air b. Pewarna/cat c. Minyak d. Pasir
4. Teknik mencetak menggunakan jari tangan disebut teknik ....
a. Cetak kentang b. Cetak jari (fingerprint) c. Cetak daun d. Cetak spons
5. Kelebihan karya cetak adalah dapat menghasilkan motif yang ....
a. Berbeda-beda setiap kali b. Berulang dengan bentuk yang sama c. Hanya satu kali dibuat d. Tidak berwarna
6. Alas yang digunakan agar meja tidak kotor saat mencetak adalah ....
a. Buku tulis b. Koran bekas c. Penggaris d. Penghapus
7. Umbi-umbian yang biasa dipotong dan diukir untuk membuat cap disebut ....
a. Bawang b. Kentang c. Jahe d. Kunyit
8. Bagian pisang yang dapat digunakan sebagai alat cetak adalah ....
a. Buah pisang b. Pelepah pisang c. Bunga pisang d. Akar pisang
9. Alat yang digunakan untuk mencetak berbentuk lembut dan berpori adalah ....
a. Spons b. Batu c. Gunting d. Penggaris
10. Karya cetak sebaiknya dibuat di atas ....
a. Air b. Kertas c. Kaca d. Udara

6. Latihan Isian Singkat (5 Soal)

1. Karya seni yang dibuat dengan cara menekan alat bercat ke kertas disebut ....
2. Sebutkan satu bahan alam yang bisa digunakan sebagai alat cetak, yaitu ....
3. Sebelum digunakan untuk mencetak, alat cetak harus diolesi dengan ....
4. Teknik mencetak menggunakan jari disebut teknik ....
5. Alas kerja yang digunakan agar meja tidak kotor saat mencetak adalah ....
Kunci Jawaban PG: 1.b 2.d 3.b 4.b 5.b 6.b 7.b 8.b 9.a 10.b
Kunci Isian Singkat: 1. Karya cetak   2. Kentang/pelepah pisang/daun (contoh)   3. Pewarna/cat   4. Cetak jari (fingerprint)   5. Koran bekas

✅ Kesimpulan Materi Hari Ini

Hari ini kita belajar bahwa karya cetak adalah karya seni yang dibuat dengan cara menekan alat bercat ke atas kertas, sehingga menghasilkan motif yang berulang dan sama bentuknya. Teknik cetak sederhana dapat dilakukan dengan berbagai bahan alam seperti kentang, pelepah pisang, daun, spons, bahkan jari tangan kita sendiri. Kita bersyukur karena Allah menciptakan begitu banyak bahan alam yang indah dan dapat kita manfaatkan untuk berkarya seni.

🔎 Refleksi Pembelajaran



Selasa, 29 September 2026

Materi Ajar Pendidikan Pancasila

 IDENTITAS

Nama Guru            : Amelia Anggraini, S.Pd.

Mata Pelajaran      : Pendidikan Pancasila 

Hari / Tanggal        : Rabu/ 30 September 2026

Fase / Kelas           : A / 2 Abu Hurairah

Materi                     : Bab 2- Makna Aturan di Rumah dan di Sekolah

Pertemuan             : 11

                       

                                               



🏠✨🏫🌸📚

Makna Aturan di Rumah dan di Sekolah

Pendidikan Pancasila — Kelas 2 SD

Fase A — Elemen Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945

Kelas 2 Abu Hurairah 🌷

🎯 Capaian Pembelajaran (CP)

Fase A (Kelas 1–2), Elemen Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945:

Peserta didik mengenal aturan di lingkungan keluarga dan sekolah; menceritakan contoh sikap mematuhi dan tidak mematuhi aturan yang berlaku di rumah dan di sekolah; serta menunjukkan perilaku mematuhi aturan di lingkungan keluarga dan sekolah.

*Merujuk CP Pendidikan Pancasila Fase A terbaru (SK Kepala BSKAP Kemendikbudristek No. 032/H/KR/2024) yang berlaku pada kurikulum tahun ajaran berjalan. Mohon disesuaikan kembali dengan CP resmi terbaru yang ditetapkan satuan pendidikan Bapak/Ibu, mengingat kurikulum dapat diperbarui.

🌟 Tujuan Pembelajaran (TP)

*Sebagaimana tertuang dalam RPP/Modul Ajar

TP 1: Peserta didik dapat membedakan contoh aturan yang berlaku di rumah dan di sekolah.

TP 2: Peserta didik dapat menceritakan dan mempraktikkan sikap mematuhi aturan di rumah dan di sekolah dalam kehidupan sehari-hari.

Rincian Pelaksanaan TP dalam Kegiatan Belajar

🤲 Berdoa bersama dan duduk tenang sebelum memulai pelajaranMINDFUL

Melatih anak fokus dan siap menerima materi dengan hati yang tenang.

🖼️ Mengamati dan membandingkan gambar aturan di rumah vs di sekolahMEANINGFUL

Membangun pemahaman perbedaan aturan di dua lingkungan (mendukung TP 1).

🎬 Menonton video pembelajaran tentang aturan di rumah dan sekolahJOYFUL

Menyajikan materi secara menarik agar mudah dipahami (mendukung TP 1).

🎭 Bermain peran "Anak Patuh Aturan" di rumah dan di sekolahJOYFUL

Praktik langsung yang menyenangkan untuk menunjukkan sikap patuh (mendukung TP 2).

💬 Berbagi cerita pengalaman pribadi mematuhi aturan di rumah dan sekolahMEANINGFUL

Mengaitkan materi dengan pengalaman nyata siswa (mendukung TP 2).

🌬️ Ice breaking tepuk "Rumah Rapi, Sekolah Tertib"MINDFUL

Menyegarkan konsentrasi siswa di tengah kegiatan belajar.

🧭 Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

ATP 1: Peserta didik mengamati gambar dan video perbandingan aturan di rumah dan di sekolah, kemudian menyebutkan perbedaan aturan pada kedua lingkungan tersebut.

ATP 2: Peserta didik menceritakan pengalaman pribadi dan mempraktikkan (melalui bermain peran) sikap mematuhi aturan, sehingga mampu menunjukkan perilaku patuh aturan di rumah maupun di sekolah.

🌷 Apersepsi Singkat

Guru menunjukkan dua gambar: suasana rumah dan suasana sekolah, lalu bertanya: "Anak-anak, coba perhatikan gambar ini. Menurut kalian, apakah aturan di rumah sama dengan aturan di sekolah? Aturan apa saja yang kalian ingat dari kedua tempat ini?" Guru mengaitkan jawaban siswa sebagai pengantar menuju materi hari ini.

🕌 Ayat Kebesaran Allah

Allah menciptakan alam semesta dengan aturan yang teratur dan seimbang. Begitu pula di rumah dan di sekolah, kita perlu aturan agar hidup tertib dan nyaman.

Al-Khaliq (Maha Pencipta) — QS. Al-Hasyr [59]: 24
هُوَ اللَّهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ
"Dialah Allah, Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa."
Al-Malik (Maha Merajai) — QS. Taha [20]: 114
فَتَعَالَى اللَّهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ
"Maka Maha Tinggi Allah, Raja Yang Sebenarnya."
Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki) — QS. Adz-Dzariyat [51]: 58
إِنَّ اللَّهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِينُ
"Sesungguhnya Allah, Dialah Maha Pemberi Rezeki, Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh."
🌸 • 🌸 • 🌸

💗 Inti Pembahasan Materi

🏠🆚🏫

Aturan di rumah berbeda dengan aturan di sekolah

1. Apa itu Aturan?

Aturan adalah kesepakatan atau ketentuan yang harus ditaati bersama, baik di rumah maupun di sekolah, agar hidup menjadi tertib, aman, dan nyaman.

2. Perbandingan Aturan di Rumah dan di Sekolah

🏠 Aturan di Rumah

  • Bangun pagi dan merapikan tempat tidur
  • Meminta izin sebelum keluar rumah
  • Membantu pekerjaan orang tua
  • Makan bersama keluarga tepat waktu

🏫 Aturan di Sekolah

  • Datang ke sekolah tepat waktu
  • Memakai seragam sesuai jadwal
  • Mendengarkan guru saat menjelaskan
  • Melaksanakan piket kelas

3. Manfaat Mematuhi Aturan di Rumah dan Sekolah

Membuat hidup tertib, aman, nyaman, disiplin, serta disayang oleh keluarga, guru, dan teman. Jika aturan dilanggar, kita bisa mendapat teguran dan merugikan diri sendiri maupun orang lain.

🎥 Video Pembelajaran: "Makna Aturan di Rumah dan di Sekolah"
Klik untuk mencari & memilih video di YouTube

*Silakan Bapak/Ibu memilih 1 video animasi yang paling sesuai, lalu ganti tautan ini dengan link video pilihan sebelum diunggah ke Blogger.

🧰 Media dan Alat Peraga

  • Gambar/poster suasana rumah dan sekolah
  • Kartu bergambar "Aturan Rumah" dan "Aturan Sekolah"
  • Video animasi pembelajaran
  • Papan tata tertib kelas
  • Boneka tangan/alat peraga untuk bermain peran

📝 Latihan Soal

A. Pilihan Ganda (10 Soal)

  1. Aturan yang berlaku di rumah dibuat oleh ...
    a. Tetangga   b. Anggota keluarga   c. Kepala sekolah   d. Teman sekelas
  2. Aturan yang berlaku di sekolah disebut ...
    a. Tata tertib sekolah   b. Tata tertib rumah   c. Aturan keluarga   d. Aturan bebas
  3. Contoh aturan di rumah adalah ...
    a. Memakai seragam   b. Piket kelas   c. Merapikan tempat tidur   d. Upacara bendera
  4. Contoh aturan di sekolah adalah ...
    a. Meminta izin orang tua   b. Datang tepat waktu ke sekolah   c. Membantu ibu memasak   d. Tidur siang
  5. Sebelum keluar rumah, sebaiknya kita ...
    a. Diam saja   b. Meminta izin orang tua   c. Pergi tanpa pamit   d. Marah dulu
  6. Jika terlambat datang ke sekolah, sebaiknya kita ...
    a. Bersembunyi   b. Meminta izin kepada guru   c. Marah-marah   d. Pulang kembali
  7. Aturan di rumah dan di sekolah dibuat dengan tujuan ...
    a. Membatasi kebebasan   b. Membuat hidup tertib dan nyaman   c. Menghukum anak   d. Menyusahkan anak
  8. Berikut yang bukan contoh sikap patuh aturan di sekolah adalah ...
    a. Mendengarkan guru   b. Memakai seragam rapi   c. Ribut saat belajar   d. Piket sesuai jadwal
  9. Piket kelas adalah aturan yang bertujuan untuk ...
    a. Menjaga kebersihan kelas   b. Menghukum siswa   c. Mengurangi jam belajar   d. Membuat siswa lelah
  10. Jika semua warga rumah dan sekolah mematuhi aturan, maka suasana akan menjadi ...
    a. Berantakan   b. Aman, tertib, dan nyaman   c. Ramai   d. Menakutkan

B. Isian Singkat (5 Soal)

  1. Aturan di rumah dibuat oleh anggota _______________.
  2. Aturan di sekolah biasa disebut _______________ sekolah.
  3. Sebelum keluar rumah, kita harus meminta _______________ kepada orang tua.
  4. Piket kelas dilakukan agar kelas menjadi _______________.
  5. Jika mematuhi aturan, hidup kita akan menjadi tertib dan _______________.

🌸 Kesimpulan Materi Hari Ini

Aturan di rumah dan di sekolah memiliki bentuk yang berbeda, namun tujuannya sama, yaitu menciptakan kehidupan yang tertib, aman, dan nyaman. Setiap anak wajib mematuhi aturan di kedua lingkungan tersebut sebagai bentuk tanggung jawab dan sikap disiplin sehari-hari.

🔎 Refleksi Pembelajaran

Sebagian besar murid kelas 2 Abu Hurairah sudah memahami perbedaan dan makna aturan di rumah dan di sekolah, serta mampu memberikan contoh sikap patuh dengan baik. Sebagian kecil murid masih memerlukan bimbingan dalam membedakan aturan di rumah dan di sekolah.

Rencana Tindak Lanjut: Memberikan pendampingan individu bagi murid yang masih memerlukan bimbingan melalui kegiatan bermain peran tambahan dan diskusi bersama orang tua di rumah, serta memberikan penguatan positif bagi murid yang sudah memahami materi dengan baik.

Senin, 28 September 2026

Materi Ajar Matematika

 Identitas

Nama Guru            : Amelia Anggraini, S.Pd.

Mapel                     : Matematika

Hari / Tanggal        : Selasa / 29 September 2026

Fase / Kelas           : A / 2 Abu Hurairah

Materi                     : Bab 3- – Komposisi Bangun Datar dan Bangun Ruang

Pertemuan             : 18

                                            

Komposisi Bangun Datar dan Bangun Ruang

Matematika, Kelas 2, Fase A

1Capaian Pembelajaran

Mata pelajaran Matematika, Fase A (kelas 1 dan 2), elemen Geometri.

Pada akhir Fase A, peserta didik dapat mengenal berbagai bangun datar (segitiga, segiempat, segibanyak, dan lingkaran) dan bangun ruang (balok, kubus, kerucut, dan bola). Peserta didik dapat menyusun (komposisi) dan mengurai (dekomposisi) suatu bangun datar (segitiga, segiempat, dan segibanyak). Peserta didik juga dapat menentukan posisi benda terhadap benda lain (kanan, kiri, depan, belakang).

Hari ini kita fokus pada komposisi (menyusun) dan dekomposisi (mengurai) bangun datar, serta menyusun bangun ruang menjadi bentuk baru.

2Tujuan Pembelajaran

TP 1. Murid dapat menyusun beberapa bangun datar menjadi bangun baru dan mengurai bangun datar menjadi bagian-bagiannya dengan tepat.

TP 2. Murid dapat menyusun beberapa bangun ruang (kubus dan balok) menjadi bentuk baru dan menyebutkan bangun ruang penyusunnya dengan tepat.

Pelaksanaan TP dalam kegiatan belajar

🌸 Mindful tenang, fokus, dan sadar saat belajar.

💡 Meaningful bermakna, dekat dengan kehidupan sehari-hari.

🎈 Joyful menyenangkan dan penuh semangat.

Kegiatan awal

  • 🌸 MindfulSalam, berdoa, lalu tarik napas dalam 3 kali agar tenang dan siap belajar. (TP 1 dan 2)
  • 💡 MeaningfulApersepsi: melihat rumah dari potongan kertas dan menara dari balok mainan, lalu menebak bentuk penyusunnya. Dilanjutkan membaca ayat kebesaran Allah untuk bersyukur atas ciptaan-Nya. (TP 1 dan 2)
  • 🎈 JoyfulBernyanyi bersama lagu bangun datar dengan nada “Bintang Kecil”. (TP 1)

Kegiatan inti

  • 🌸 MindfulMengamati dengan tenang potongan bangun datar, memperhatikan bentuk dan ukurannya sebelum mulai menyusun. (TP 1)
  • 🎈 JoyfulMenonton video pembelajaran menyusun dan mengurai bangun datar. Video dijeda agar murid menebak hasil susunan berikutnya. (TP 1)
  • 💡 MeaningfulMenyusun potongan segitiga dan persegi dari karton menjadi rumah, perahu, atau kapal, lalu menyebutkan bangun apa saja yang dipakai. (TP 1)
  • 🎈 JoyfulPermainan “Belah Ajaib”: menggunting persegi atau persegi panjang menjadi dua bagian, lalu menebak bentuk hasilnya. (TP 1)
  • 💡 MeaningfulMenyusun kubus dan balok mainan atau kotak bekas menjadi menara dan robot, lalu menyebutkan bangun ruang penyusunnya. (TP 2)

Kegiatan akhir

  • 🎈 JoyfulKuis seru: 10 soal pilihan ganda dan 5 isian singkat. (TP 1 dan 2)
  • 🌸 MindfulRefleksi tenang: “Susunan apa yang paling kusuka hari ini?”, ditutup dengan doa. (TP 1 dan 2)
  • 💡 MeaningfulTugas rumah: menyusun benda bekas di rumah menjadi bentuk baru, lalu menceritakannya kepada orang tua. (TP 1 dan 2)

3Alur Tujuan Pembelajaran

  1. ATP 1 (sesuai TP 1)Mengamati potongan bangun datar, menyusunnya menjadi bentuk baru, lalu mengurai bangun datar menjadi bagian-bagiannya dan menyebutkan nama bagian tersebut.
  2. ATP 2 (sesuai TP 2)Menyusun kubus dan balok menjadi bentuk baru, lalu menyebutkan bangun ruang apa saja yang menyusunnya.

4Apersepsi

Guru menunjukkan gambar rumah dari potongan kertas dan menara dari kubus mainan.

“Anak-anak, lihat rumah dan menara ini. Apakah dibuat dari satu bentuk saja? Coba tebak, ada segitiga, persegi, atau kubus di mana saja?”

Guru menyambungkan jawaban murid ke tujuan hari ini: menyusun dan mengurai bangun datar, serta menyusun bangun ruang.

5Ayat Kebesaran Allah

Alam ciptaan Allah tersusun dari banyak bagian yang berpadu indah. Yuk, kenali tiga nama-Nya.

Al-Khaliq (Maha Pencipta)

هُوَ اللَّهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ

Huwallāhul khāliqul bāri’ul muṣawwir

QS. Al-Hasyr: 24. Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa.

Allah menciptakan pohon dari batang, daun, dan buah yang tersusun indah. Kita pun bisa menyusun bentuk-bentuk kecil menjadi karya yang bagus.

Al-Malik (Maha Merajai)

هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ

Huwallāhulladzī lā ilāha illā huwa, al-malikul quddūs

QS. Al-Hasyr: 23. Dialah Allah, tidak ada tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci.

Allah adalah Raja yang mengatur seluruh alam dengan rapi, seperti balok yang tersusun rapi membentuk menara yang kokoh.

Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki)

إِنَّ اللَّهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِينُ

Innallāha huwar-razzāqu dzul-quwwatil matīn

QS. Adz-Dzariyat: 58. Sungguh, Allah, Dialah Pemberi rezeki Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh.

Kue yang dipotong menjadi beberapa bagian, roti yang dibagi dua, dan mainan yang bisa kita susun adalah rezeki dari Allah. Mari bersyukur.

6Inti Pembahasan Materi

  • Komposisi (menyusun): menggabungkan beberapa bangun menjadi satu bentuk baru.
  • Dekomposisi (mengurai): membagi satu bangun menjadi beberapa bagian.

Cara menyusun dan mengurai bisa berbeda-beda, jadi hasilnya pun bisa berbeda. Semua boleh selama bentuknya benar.

1. Menyusun bangun datar

+=+=segitigasegitigapersegipersegipersegipersegi panjang
  • 2 segitiga siku-siku yang sama besar dapat disusun menjadi persegi.
  • 2 persegi yang sama besar dapat disusun menjadi persegi panjang.
Rumah tersusun dari:1 segitiga (atap)1 persegi panjang (dinding)1 persegi panjang (pintu)1 persegi (jendela)

2. Mengurai bangun datar

persegi panjang2 persegipersegi2 segitiga
  • Persegi panjang dibelah tengah menjadi 2 persegi.
  • Persegi dibelah dari pojok ke pojok (miring) menjadi 2 segitiga.
  • Garis putus-putus adalah garis belah.

3. Menyusun bangun ruang

+=2 kubusbalokmenara 3 kubus
  • 2 kubus yang sama besar disusun berdampingan menjadi balok.
  • Beberapa kubus ditumpuk ke atas menjadi menara.
  • Kotak kado (kubus) diberi topi ulang tahun (kerucut) menjadi bentuk baru yang lucu.

Video pembelajaran

Tonton bersama, jeda video, lalu minta murid menebak bangun yang dipakai untuk menyusun atau bagian hasil uraiannya.

Media dan alat peraga

  • Potongan karton pink: persegi, persegi panjang, dan segitiga dengan berbagai ukuran.
  • Kertas, gunting, dan lem untuk permainan “Belah Ajaib” dan menempel hasil susunan.
  • Kubus dan balok mainan atau kotak bekas (susu, kado) untuk disusun.
  • Kertas kotak-kotak atau papan tempel sebagai alas menyusun.
  • LKPD menyusun dan mengurai bangun datar.
  • Video pembelajaran dan proyektor atau ponsel guru.

Latihan soal: 10 pilihan ganda

Pilihlah jawaban yang paling tepat.

1. Menggabungkan beberapa bangun menjadi satu bentuk baru disebut ….

  • A. Menyusun
  • B. Mengurai
  • C. Menghapus
  • D. Mewarnai

2. Membagi satu bangun menjadi beberapa bagian disebut ….

  • A. Menyusun
  • B. Mengurai
  • C. Menumpuk
  • D. Menghitung

3. Dua segitiga siku-siku yang sama besar dapat disusun menjadi ….

  • A. Lingkaran
  • B. Persegi
  • C. Bola
  • D. Kubus

4. Dua persegi yang sama besar disusun berdampingan menjadi ….

  • A. Persegi panjang
  • B. Segitiga
  • C. Lingkaran
  • D. Bola

5. Persegi yang dibelah dari pojok ke pojok menjadi 2 ….

  • A. Lingkaran
  • B. Segitiga
  • C. Persegi
  • D. Kubus

6. Gambar rumah dibuat dari segitiga untuk atap dan … untuk dinding.

  • A. Lingkaran
  • B. Persegi panjang
  • C. Bola
  • D. Kerucut

7. Dua kubus yang sama besar disusun berdampingan menjadi ….

  • A. Bola
  • B. Kerucut
  • C. Balok
  • D. Lingkaran

8. Ani menyusun 3 kubus menjadi menara. Menara itu tersusun dari … kubus.

  • A. 1
  • B. 2
  • C. 3
  • D. 4

9. Bangun ruang yang paling mudah ditumpuk menjadi menara adalah ….

  • A. Bola
  • B. Kubus
  • C. Lingkaran
  • D. Segitiga

10. Kotak kado yang diberi topi ulang tahun tersusun dari kubus dan ….

  • A. Kerucut
  • B. Bola
  • C. Balok
  • D. Lingkaran

Latihan soal: 5 isian singkat

Isilah titik-titik dengan jawaban yang benar.

1. Menyusun bangun disebut juga .

2. Mengurai bangun disebut juga .

3. Dua segitiga siku-siku yang sama besar dapat disusun menjadi .

4. Dua kubus yang disusun berdampingan menjadi .

5. Sebutkan satu benda yang tersusun dari beberapa bangun ruang: .

Kunci jawaban (untuk guru)

Pilihan ganda: 1. A, 2. B, 3. B, 4. A, 5. B, 6. B, 7. C, 8. C, 9. B, 10. A.

Isian singkat: 1. Komposisi. 2. Dekomposisi. 3. Persegi. 4. Balok. 5. Jawaban bervariasi (menara balok, robot dari kotak, rumah-rumahan, dan sejenisnya).

7Kesimpulan

  • Komposisi adalah menyusun beberapa bangun menjadi bentuk baru.
  • Dekomposisi adalah mengurai satu bangun menjadi beberapa bagian.
  • Dua segitiga dapat menjadi persegi, dan dua persegi dapat menjadi persegi panjang.
  • Kubus dan balok dapat disusun menjadi menara, robot, atau bentuk lain.

Allah menciptakan alam dari bagian-bagian yang tersusun indah. Mari kita bersyukur dan berkreasi dengan bentuk-bentuk di sekitar kita.

8Refleksi Pembelajaran

ebagian besar murid kelas 2 Abu Hurairah sudah memahami cara menyusun dan mengurai bangun datar, serta menyusun bangun ruang. Sebagian kecil masih perlu bimbingan, terutama dalam membayangkan hasil susunan dan memilih bagian yang tepat saat mengurai.

Rencana tindak lanjut

  • Murid yang sudah paham: pengayaan berupa membuat gambar hewan atau kendaraan dari potongan bangun datar, lalu menghitung jumlah tiap bangun yang dipakai.
  • Murid yang perlu bimbingan: belajar kelompok kecil bersama guru dengan potongan karton dan kubus mainan, menyusun langkah demi langkah dengan contoh gambar.