Materi :Menceritakan Sebuah informasi sesuai grafik,
Pertemuan: 14
📘 Bahasa Indonesia • Kelas 2 SD • Fase A
Menceritakan Suatu Informasi Sesuai dengan Grafik
Belajar membaca grafik gambar dan menceritakan informasinya dengan seru dan percaya diri 📊✨
🎯Capaian Pembelajaran (CP)
Mengacu pada Capaian Pembelajaran Bahasa Indonesia Fase A (Kelas 1–2) sesuai kerangka Kurikulum Merdeka pembaruan 2026, elemen Membaca dan Memirsa serta Berbicara dan Mempresentasikan:
Peserta didik mampu memahami informasi berupa gagasan atau pesan sederhana tentang kehidupan sehari-hari yang disajikan dalam bentuk visual seperti gambar, tabel, dan grafik sederhana. Peserta didik juga mampu menceritakan kembali informasi tersebut secara lisan dengan santun, menggunakan kosakata yang dikuasainya secara kreatif dan percaya diri.
🌟Tujuan Pembelajaran (TP)
*Tujuan pembelajaran lengkap terlampir di RPP. Berikut rincian pelaksanaannya dalam kegiatan belajar, dikategorikan Mindful, Meaningful, dan Joyful.
TP 1 — Melalui mengamati grafik gambar (piktogram) dan video pembelajaran, peserta didik dapat membaca dan menentukan informasi (jumlah dan perbandingan) yang terdapat pada grafik dengan tepat.
🧘 Mengamati grafik gambar dengan tenang sambil menghitung simbol satu per satu Mindful
🎬 Menonton video pembelajaran tentang tabel dan grafik sederhana Joyful
🧮 Bermain "tebak jumlah" menghitung simbol pada grafik berkelompok JoyfulMeaningful
TP 2 — Melalui kegiatan diskusi dan presentasi, peserta didik dapat menceritakan informasi yang terdapat pada grafik secara lisan dengan kalimat sederhana dan percaya diri.
🤝 Berdiskusi kelompok mengaitkan grafik dengan pengalaman sehari-hari, misalnya buah kesukaan Meaningful
🎤 Menceritakan hasil bacaan grafik di depan kelas diiringi tepuk tangan apresiasi Joyful
💭 Refleksi diri: bagian grafik mana yang tadinya sulit dipahami dan bagaimana mengatasinya Mindful
🧭Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
1
Membaca grafik — Peserta didik mengamati grafik gambar/piktogram, menghitung jumlah simbol, dan membandingkan data yang paling banyak dan paling sedikit.
2
Menceritakan informasi — Peserta didik menceritakan kembali informasi dari grafik tersebut secara lisan dengan kalimatnya sendiri.
☀️Apersepsi Singkat
Guru menyapa peserta didik dan mengajak bertepuk semangat. Guru menunjukkan beberapa buah asli/gambar buah (apel, jeruk, pisang, mangga) lalu bertanya: "Kira-kira, buah apa yang paling disukai teman-teman di kelas ini? Bagaimana caranya kita tahu jawabannya dengan pasti?" Guru mengarahkan jawaban menuju ide mengumpulkan data dan menyajikannya dalam bentuk grafik gambar, sebagai pengantar materi hari ini.
🕌Ayat tentang Kebesaran Allah
Segala sesuatu yang kita hitung dan bandingkan dalam grafik — jumlah buah, hewan, atau benda — adalah bagian dari nikmat dan ciptaan Allah SWT yang beraneka ragam.
Al-Khaliq — Maha Pencipta
QS. Az-Zumar : 62
Allah SWT menciptakan segala sesuatu dengan beragam jenis dan jumlah, seperti aneka buah dan hewan yang bisa kita hitung dan bandingkan datanya.
Al-Malik — Maha Merajai
QS. Al-Mu'minun : 116
Allah mengatur segala sesuatu dengan rapi dan teratur, sebagaimana kita menyusun data secara rapi dalam bentuk grafik agar mudah dipahami.
Ar-Razzaq — Maha Pemberi Rezeki
QS. Adz-Dzariyat : 58
Allah memberikan rezeki berupa aneka buah dan makanan yang jumlahnya dapat kita syukuri dan hitung bersama-sama.
📖Inti Pembahasan Materi
Grafik adalah gambar yang digunakan untuk menyajikan informasi atau data agar mudah dipahami. Salah satu jenis grafik yang sederhana adalah grafik gambar (piktogram), yaitu grafik yang menggunakan simbol/gambar untuk mewakili jumlah data. Untuk menceritakan informasi pada grafik, kita perlu membaca judul grafik, menghitung jumlah simbol pada setiap kategori, lalu membandingkannya.
🔤 Kata Kunci Membaca Grafik
Paling banyakPaling sedikitLebih banyak dariSama banyakJumlah seluruhnya
🍎 Contoh: Grafik Gambar Buah Kesukaan Kelas 2
Setiap 🍎/🍊/🍌/🥭 = 1 anak
Apel
= 4
Jeruk
= 3
Pisang
= 5
Mangga
= 2
📊 Contoh: Diagram Batang (Data yang Sama)
Buah Kesukaan Teman-teman Kelas 2
Dari grafik di atas, kita bisa bercerita: "Buah yang paling disukai teman-teman kelas 2 adalah pisang, yaitu sebanyak 5 anak. Buah yang paling sedikit disukai adalah mangga, yaitu 2 anak."
🎥 Video Pembelajaran
Referensi: https://www.youtube.com/watch?v=Hhdf5WkhbAc (Tabel dan Grafik Kelas 2 SD — cara membaca informasi dari tabel dan grafik sederhana)
🧰 Media dan Alat Peraga
🖼️ Kartu grafik gambar (piktogram) berukuran besar
🍎 Gambar/replika buah untuk kegiatan pengumpulan data langsung
📌 Papan tulis/papan flanel untuk menempel simbol grafik
📺 Video pembelajaran (proyektor/laptop)
📝 Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berisi grafik untuk dianalisis
✅ 10 Soal Pilihan Ganda
Grafik yang menggunakan simbol/gambar untuk mewakili jumlah data disebut …
a. diagram lingkaran
b. grafik gambar (piktogram)
c. peta
Pada grafik buah kesukaan, jika setiap simbol 🍎 = 1 anak dan ada 4 simbol, artinya …
a. ada 4 anak yang suka apel
b. ada 1 anak yang suka apel
c. ada 4 jenis apel
Buah yang paling banyak disukai pada grafik contoh adalah …
a. jeruk
b. mangga
c. pisang
Buah yang paling sedikit disukai pada grafik contoh adalah …
a. mangga
b. apel
c. pisang
Sebelum menceritakan grafik, hal pertama yang harus dibaca adalah …
a. warna grafik
b. judul grafik
c. jumlah halaman
Untuk mengetahui jumlah data pada grafik gambar, kita perlu …
a. menghitung jumlah simbol
b. mengukur panjang gambar
c. menghitung jumlah warna
Kalimat yang tepat untuk membandingkan dua data pada grafik adalah …
a. "Apel berwarna merah."
b. "Pisang lebih banyak disukai daripada mangga."
c. "Jeruk berbentuk bulat."
Jumlah anak yang suka jeruk dan mangga pada grafik contoh adalah …
a. 4 anak
b. 5 anak
c. 6 anak
Diagram batang menggunakan bentuk … untuk menunjukkan jumlah data.
a. balok/batang
b. lingkaran
c. garis lengkung
Menceritakan informasi grafik dengan percaya diri berarti …
a. berbicara sambil menunduk dan pelan
b. berbicara dengan jelas dan yakin
c. tidak perlu melihat grafiknya
✏️ 5 Soal Isian Singkat
Grafik yang menggunakan gambar untuk mewakili jumlah data disebut … .
Sebelum membaca isi grafik, hal yang perlu dibaca terlebih dahulu adalah … .
Pada grafik buah kesukaan, buah yang paling banyak disukai adalah … .
Pada grafik buah kesukaan, buah yang paling sedikit disukai adalah … .
Diagram batang menunjukkan jumlah data dalam bentuk … .
Grafik adalah cara menyajikan informasi agar mudah dipahami. Untuk menceritakan informasi dari grafik, kita perlu membaca judul grafik, menghitung jumlah simbol atau tinggi batang pada setiap kategori, lalu membandingkan mana yang paling banyak dan paling sedikit sebelum menyampaikannya secara lisan dengan kalimat .
Materi :Jenis-Jenis Penggaris dan Manfaat/Fungsinya dalam Membuat Karya
Pertemuan: 8
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
📏 Jenis-Jenis Penggaris dan Manfaat/Fungsinya dalam Membuat Karya
Seni Rupa • Kelas 2 • Kurikulum Merdeka
📏 Penggaris📐 Alat Gambar🖼️ Berkarya
1Capaian Pembelajaran (CP)
Elemen: Mengalami & Menciptakan – Fase A (Kelas I dan II)
Pada akhir Fase A, peserta didik mampu mengenal, memilih, dan menggunakan berbagai alat, bahan, dan prosedur dasar dalam menggambar dan berkarya seni rupa sesuai dengan tujuan penciptaan karya. Peserta didik mampu mengenal jenis-jenis penggaris beserta manfaat dan fungsinya untuk membuat garis lurus, sudut, dan bentuk geometris sederhana dalam karya seni dua dimensi.
2Tujuan Pembelajaran
🎯TP UMUM Murid dapat memahami jenis-jenis penggaris dan manfaat/fungsinya dalam membuat karya.
📐MEANINGFUL Melalui kegiatan mengamati dan mencoba langsung berbagai jenis penggaris, peserta didik mampu menggunakan penggaris yang tepat sesuai kebutuhan karya (garis lurus, sudut, atau lengkung).
🗣️MEANINGFUL Peserta didik mampu menjelaskan manfaat penggaris dalam kehidupan sehari-hari, seperti membuat garis rapi pada tugas sekolah atau karya seni.
🧘MINDFUL Melalui kegiatan mengamati bentuk dan fungsi penggaris dengan saksama, peserta didik mampu membedakan jenis-jenis penggaris dengan teliti.
🔍MINDFUL Peserta didik mampu bersikap hati-hati dan sabar saat menggunakan penggaris agar garis yang dihasilkan rapi dan karya tidak rusak.
😄JOYFUL Melalui praktik langsung menggambar menggunakan berbagai jenis penggaris, peserta didik mampu berkarya dengan gembira dan percaya diri.
3Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
Berikut alur pencapaian Tujuan Pembelajaran di atas, mulai dari kesadaran mengamati (mindful), pemahaman konsep inti (TP umum), pemaknaan dalam berkarya (meaningful), hingga praktik yang menyenangkan (joyful):
Kode
Alur Tujuan Pembelajaran
3.1
MINDFUL Peserta didik mengamati bentuk dan fungsi berbagai penggaris dengan saksama untuk membedakannya dengan teliti.
3.2
TP UMUM Peserta didik memahami jenis-jenis penggaris dan manfaat/fungsinya dalam membuat karya. ← inti materi
3.3
MEANINGFUL Peserta didik menggunakan penggaris yang tepat sesuai kebutuhan karya (garis lurus, sudut, atau lengkung).
3.4
MEANINGFUL Peserta didik menjelaskan manfaat penggaris dalam kehidupan sehari-hari dan tugas sekolah.
3.5
MINDFUL Peserta didik bersikap hati-hati dan sabar saat menggunakan penggaris agar garis yang dihasilkan rapi.
3.6
JOYFUL Peserta didik berkarya dengan gembira dan percaya diri melalui praktik langsung menggambar menggunakan berbagai penggaris.
4Model & Metode Pembelajaran
🌱 Model: Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) berbasis eksplorasi alat dan praktik langsung, memadukan unsur mindful, meaningful, dan joyful.
🔍Eksplorasi & Discovery Learning – siswa mengamati dan mencoba langsung berbagai jenis penggaris untuk menemukan fungsinya masing-masing.
🧑🏫Demonstrasi – guru mencontohkan cara menggunakan setiap jenis penggaris dengan benar.
✋Praktik / Unjuk Kerja – siswa berlatih langsung menggambar menggunakan penggaris sesuai kebutuhan karyanya.
💬Diskusi Kelompok – siswa berdiskusi membedakan fungsi tiap jenis penggaris.
🎲Permainan Tebak Alat – siswa menebak nama dan fungsi penggaris untuk mendukung unsur joyful.
5Pembukaan: Mengenal Kebesaran Allah
الْخَالِق
Al-Khaliq (Yang Maha Pencipta)
Allah menciptakan banyak bentuk yang rapi dan presisi di alam, seperti sarang lebah berbentuk segi enam yang sama persis dan kristal salju yang simetris.
الرَّزَّاق
Ar-Razzaq (Yang Maha Pemberi Rezeki)
Allah memberi kita akal dan keterampilan tangan sehingga manusia mampu menciptakan alat bantu seperti penggaris untuk mempermudah pekerjaan.
الْمَلِك
Al-Malik (Yang Maha Merajai/Menguasai)
Allah mengatur alam semesta dengan ukuran yang sangat tepat dan teratur, seperti orbit bumi mengelilingi matahari yang tidak pernah meleset.
💡 Kaitan dengan Materi Hari Ini
Allah Al-Khaliq menciptakan bentuk-bentuk yang rapi dan presisi di alam. Allah Ar-Razzaq memberi kita akal untuk menciptakan alat bantu seperti penggaris. Dan seperti Allah Al-Malik yang mengatur alam semesta dengan ukuran yang sangat tepat, hari ini kita akan belajar menggunakan penggaris agar garis dan bentuk dalam karya seni kita juga rapi dan tepat.
🤔 Pertanyaan Perenungan:
Allah Al-Khaliq menciptakan bentuk yang rapi dan presisi di alam, seperti sarang lebah. Menurutmu, mengapa kerapian dan ketepatan itu penting dalam sebuah karya seni?
Allah Ar-Razzaq memberi kita akal untuk menciptakan alat bantu seperti penggaris. Bagaimana perasaanmu jika harus membuat garis lurus tanpa menggunakan penggaris sama sekali?
Allah Al-Malik mengatur alam semesta dengan ukuran yang sangat tepat, tidak meleset sedikit pun. Menurutmu, apa yang akan terjadi pada karya seni kita jika kita tidak berhati-hati dan teliti saat menggunakan penggaris?
6Yuk, Ingat Lagi! (Pencampuran Warna)
Sebelum belajar materi baru, jawablah Benar (B) atau Salah (S) pada pernyataan berikut ini!
1.Mencampur warna merah dan kuning menghasilkan warna oranye.B / S
2.Mencampur warna biru dan kuning menghasilkan warna ungu.B / S
3.Warna sekunder dihasilkan dari pencampuran dua warna primer.B / S
4.Mencampur warna merah dan biru menghasilkan warna hijau.B / S
5.Warna primer tidak bisa dihasilkan dari pencampuran warna lain.B / S
✅ Kunci Jawaban Review:
1. Benar 2. Salah (biru + kuning = hijau) 3. Benar 4. Salah (merah + biru = ungu) 5. Benar
7Video Pembelajaran
🎬 Tonton video di atas sebelum melanjutkan membaca materi, ya!
8Ayo Belajar: Jenis-Jenis Penggaris dan Fungsinya
📏 Mengapa Penggaris Penting dalam Berkarya?
Penggaris adalah alat yang membantu kita membuat garis lurus, sudut, dan bentuk yang rapi dan tepat. Tanpa penggaris, garis yang kita buat bisa menjadi tidak lurus dan kurang rapi.
📏
Penggaris Lurus (Mistar)
Untuk membuat garis lurus dan mengukur panjang. Contoh: menggaris buku tulis, membuat sketsa dinding rumah.
📐
Penggaris Segitiga
Untuk membuat garis miring dan sudut siku-siku. Contoh: menggambar atap rumah, layang-layang.
🧭
Busur Derajat
Untuk mengukur dan menggambar sudut serta lingkaran. Contoh: menggambar roda, matahari, jam dinding.
🌊
Penggaris Lengkung
Untuk membuat garis lengkung yang rapi. Contoh: menggambar awan, gelombang laut, bentuk daun.
Contoh sehari-hari: Saat Doni menggambar rumah dengan dinding lurus, atap segitiga, dan jendela bulat, ia menggunakan penggaris lurus untuk dinding, penggaris segitiga untuk atap, dan busur derajat untuk jendela bulat, agar hasil gambarnya rapi dan proporsional.
📏 📐 🧭 🏠 🖍️
9Riview (Pengulangan) Latihan
MUDAH
1. Alat yang digunakan untuk membuat garis lurus dan mengukur panjang disebut ....
A. penggaris
B. gunting
C. krayon
D. penghapus
MUDAH
2. Penggaris yang bentuknya lurus dan biasa digunakan untuk mengukur panjang buku adalah ....
A. penggaris segitiga
B. penggaris lurus
C. busur derajat
D. penggaris lengkung
MUDAH
3. Penggaris yang berbentuk setengah lingkaran dan digunakan untuk mengukur sudut disebut ....
A. penggaris lurus
B. penggaris segitiga
C. busur derajat
D. penggaris lengkung
SEDANG
4. Penggaris segitiga sangat cocok digunakan untuk membuat gambar ....
A. lingkaran penuh
B. tulisan huruf
C. warna gradasi
D. atap rumah yang miring
SEDANG
5. Saat menggambar jam dinding yang berbentuk bulat, alat yang paling cocok digunakan untuk membantu adalah ....
A. busur derajat/jangka
B. penggaris lurus
C. penggaris segitiga
D. gunting
SEDANG
6. Manfaat menggunakan penggaris dalam membuat karya adalah ....
A. membuat garis menjadi tidak rapi
B. membuat garis menjadi lurus dan rapi
C. mempersulit pekerjaan
D. tidak ada manfaatnya
SEDANG
7. Untuk menggambar layang-layang yang memiliki sisi miring dan sudut siku-siku, penggaris yang paling tepat digunakan adalah ....
A. busur derajat
B. penggaris lengkung
C. penggaris segitiga
D. tidak perlu penggaris
SUKAR
8. Rini ingin menggambar gelombang laut yang melengkung dengan rapi dalam karyanya. Jenis penggaris yang paling tepat digunakan Rini adalah ....
A. penggaris lurus
B. penggaris segitiga
C. busur derajat
D. penggaris lengkung
SUKAR
9. Doni membuat gambar rumah dengan dinding lurus, atap segitiga, dan jendela berbentuk lingkaran. Alat yang sebaiknya digunakan secara berurutan untuk dinding, atap, dan jendela adalah ....
A. penggaris lurus, penggaris segitiga, busur derajat/jangka
B. busur derajat, penggaris lurus, penggaris segitiga
C. penggaris segitiga, busur derajat, penggaris lurus
D. penggaris lengkung, penggaris lurus, busur derajat
SUKAR
10. Ketika membuat karya seni tanpa menggunakan penggaris sama sekali untuk garis-garis yang seharusnya lurus, hal yang kemungkinan terjadi adalah ....
A. garis akan lebih lurus dan rapi
B. garis bisa menjadi tidak rapi dan kurang presisi
C. karya menjadi lebih cepat selesai dengan hasil sempurna
D. tidak ada pengaruhnya sama sekali
✔Kunci Jawaban
10Jejak Pembelajaran Mendalam
Pembelajaran hari ini dirancang dengan pendekatan Deep Learning yang memuat tiga unsur berikut:
🧘 Mindful (Kesadaran Penuh)
Mengenal Asmaul Husna Al-Khaliq, Ar-Razzaq, dan Al-Malik di awal pembelajaran melatih siswa hadir sepenuhnya dan merenungkan makna kerapian dan ketepatan ciptaan Allah.
Kegiatan mengamati bentuk dan fungsi setiap penggaris dengan saksama melatih ketelitian siswa dalam membedakannya.
Bersikap hati-hati dan sabar saat menggunakan penggaris melatih kesadaran diri siswa agar hasil karya tetap rapi.
🎯 Meaningful (Bermakna)
Setiap jenis penggaris dikaitkan dengan kebutuhan nyata dalam berkarya: menggambar rumah, layang-layang, jam, atau gelombang laut.
Manfaat penggaris juga dikaitkan dengan kegiatan sehari-hari siswa, seperti menggaris buku tulis dan tugas sekolah.
😄 Joyful (Menyenangkan)
Video pembelajaran dan praktik langsung menggambar dengan berbagai penggaris membuat siswa lebih mudah memahami materi secara nyata dan menyenangkan.
Permainan tebak alat dan diskusi kelompok membuat siswa antusias mengenal jenis-jenis penggaris.
11Kesimpulan
Hari ini kita belajar mengenal berbagai jenis penggaris, yaitu penggaris lurus, penggaris segitiga, busur derajat, dan penggaris lengkung, beserta manfaatnya masing-masing dalam membuat karya seni yang rapi dan tepat. Seperti Allah Al-Khaliq yang menciptakan bentuk-bentuk yang presisi di alam, dan Allah Al-Malik yang mengatur segala sesuatu dengan ukuran yang tepat, mari kita gunakan penggaris dengan hati-hati dan teliti agar karya kita menjadi lebih indah dan rapi. 🌟
Di Minggu ini, Alhamdulillah selesai materi untuk 1 Bab ya Nak. Untuk itu, tugas hari ini, kita akan mengaplikasikannya dalam membuat topeng sederhana dengan teknik mewarnai dan menggunting yang sudah kalian pelajari. Silahkan anak2 mewarnai gambar topeng di bawah ini, kemudian digunting ya sesuaikan bentuk wajah.
TUGAS :
Refleksi:
Alhamdulillah pembelajaran hari ini berjalan dengan baik, sebagian besar murid sudah bisa mengikuti dan memahami pembelajaran ini.
Materi : Makna hidup rukun di lingkungan (Penerapan Sila 3, 4, 5 Pancasila)
Pertemuan: 8
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
🤝 Makna Hidup Rukun di Lingkungan (Penerapan Sila Ke-3, 4, 5)
Pendidikan Pancasila • Kelas 2 • Kurikulum Merdeka
🇮🇩 Persatuan🗳️ Musyawarah⚖️ Keadilan
1Capaian Pembelajaran (CP)
Elemen: Pancasila – Fase A (Kelas I dan II)
Pada akhir Fase A, peserta didik mengenal dan menceritakan simbol serta bunyi sila-sila Pancasila dalam lambang negara Garuda Pancasila. Peserta didik mampu menceritakan pengalaman dan mempraktikkan nilai-nilai Pancasila, khususnya sila ketiga (Persatuan Indonesia), sila keempat (Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan), dan sila kelima (Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia), sebagai bentuk hidup rukun dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
2Tujuan Pembelajaran
🎯TP UMUM Murid dapat memahami makna hidup rukun di lingkungan sebagai bentuk penerapan Sila Ke-3, 4, 5 Pancasila.
🤝MEANINGFUL Melalui cerita dan pengalaman sehari-hari, peserta didik mampu mengaitkan sikap hidup rukun dengan penerapan sila ketiga (persatuan), keempat (musyawarah), dan kelima (keadilan) di lingkungan sekitarnya.
🗣️MEANINGFUL Peserta didik mampu menceritakan pengalaman bermusyawarah dan berbagi secara adil bersama teman di sekolah.
🧘MINDFUL Melalui kegiatan merenung dan menyimak cerita dengan tenang, peserta didik mampu menyadari pentingnya bersatu, bermusyawarah, dan berlaku adil dalam kehidupan sehari-hari.
🔍MINDFUL Peserta didik mampu merefleksikan sikapnya sendiri, apakah sudah mencerminkan persatuan, musyawarah, dan keadilan sesuai sila ke-3, 4, dan 5.
😄JOYFUL Melalui permainan peran (role play) dan diskusi kelompok bermusyawarah, peserta didik mampu mempraktikkan sikap hidup rukun sesuai sila ke-3, 4, 5 dengan gembira.
3Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
Berikut alur pencapaian Tujuan Pembelajaran di atas, mulai dari kesadaran merenung (mindful), pemahaman makna (TP umum), pemaknaan dalam praktik nyata (meaningful), hingga penerapannya secara menyenangkan (joyful):
Kode
Alur Tujuan Pembelajaran
3.1
MINDFUL Peserta didik menyimak cerita tentang persatuan, musyawarah, dan keadilan dengan tenang, lalu menyadari pentingnya ketiga nilai tersebut.
3.2
TP UMUM Peserta didik memahami makna hidup rukun sebagai bentuk penerapan Sila Ke-3, 4, 5 Pancasila. ← inti materi
3.3
MEANINGFUL Peserta didik mengaitkan sikap hidup rukun dengan penerapan sila ketiga (persatuan), keempat (musyawarah), dan kelima (keadilan).
3.4
MEANINGFUL Peserta didik menceritakan pengalaman bermusyawarah dan berbagi secara adil bersama teman di sekolah.
3.5
MINDFUL Peserta didik merefleksikan sikapnya sendiri, apakah sudah mencerminkan persatuan, musyawarah, dan keadilan.
3.6
JOYFUL Peserta didik mempraktikkan sikap hidup rukun sesuai sila ke-3, 4, 5 melalui role play dan diskusi kelompok dengan gembira.
4Model & Metode Pembelajaran
🌱 Model: Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) berbasis Value Clarification Technique (VCT) untuk penanaman nilai, memadukan unsur mindful, meaningful, dan joyful.
📖Storytelling – guru bercerita tentang situasi persatuan, musyawarah, dan keadilan sebagai bahan refleksi siswa.
💬Tanya Jawab & Diskusi Kelompok – siswa mendiskusikan contoh sikap rukun dan mengaitkannya dengan sila ke-3, 4, 5.
🎭Bermain Peran (Role Play) – siswa memerankan kegiatan musyawarah kelas untuk memahami penerapan sila keempat secara langsung.
🧑🏫Value Clarification Technique (VCT) – siswa diajak mengklarifikasi nilai baik-buruk suatu sikap melalui pertanyaan reflektif.
📝Penugasan – siswa menuliskan/menceritakan pengalaman bermusyawarah dan berbagi secara adil.
5Pembukaan: Mengenal Kebesaran Allah
الْخَالِق
Al-Khaliq (Yang Maha Pencipta)
Allah menciptakan manusia berbeda-beda suku dan bangsa agar saling mengenal dan bersatu, bukan untuk saling bermusuhan.
الرَّزَّاق
Ar-Razzaq (Yang Maha Pemberi Rezeki)
Allah memberi rezeki kepada semua makhluk secara adil sesuai kebutuhannya, tanpa membeda-bedakan.
الْمَلِك
Al-Malik (Yang Maha Merajai/Menguasai)
Allah mengatur segala urusan-Nya dengan penuh hikmah dan tidak sewenang-wenang, mengajarkan kita untuk bermusyawarah dan tidak memaksakan kehendak.
💡 Kaitan dengan Materi Hari Ini
Allah Al-Khaliq menciptakan kita berbeda-beda agar bersatu, sesuai sila ketiga. Allah Ar-Razzaq memberi rezeki dengan adil kepada semua makhluk, sesuai sila kelima. Dan Allah Al-Malik mengatur urusan-Nya dengan hikmah tanpa memaksakan kehendak, sesuai semangat musyawarah pada sila keempat. Hari ini kita akan belajar bahwa hidup rukun adalah wujud nyata dari ketiga sila tersebut.
🤔 Pertanyaan Perenungan:
Allah Al-Khaliq menciptakan manusia berbeda suku dan bangsa agar saling mengenal dan bersatu. Menurutmu, bagaimana caranya kita menjaga persatuan meskipun kita berbeda-beda?
Allah Ar-Razzaq memberi rezeki kepada semua makhluk secara adil. Bagaimana perasaanmu jika ada temanmu yang tidak mendapat bagian yang adil saat berbagi sesuatu di kelas?
Allah Al-Malik mengatur segala urusan-Nya dengan hikmah tanpa memaksakan kehendak. Menurutmu, mengapa bermusyawarah lebih baik daripada memaksakan pendapat sendiri kepada teman?
6Yuk, Ingat Lagi! (Penerapan Sila 1 dan 2 Pancasila di Rumah)
Sebelum belajar materi baru, jawablah Benar (B) atau Salah (S) pada pernyataan berikut ini!
1.Berdoa sebelum makan adalah penerapan sila pertama Pancasila.B / S
2.Menghormati anggota keluarga yang berbeda pendapat adalah penerapan sila kedua Pancasila.B / S
3.Bertengkar dengan saudara di rumah adalah contoh penerapan sila kedua Pancasila.B / S
4.Menjalankan ibadah sesuai agama masing-masing adalah penerapan sila pertama Pancasila.B / S
5.Membeda-bedakan kasih sayang kepada anak berdasarkan agama adalah penerapan sila kedua Pancasila.B / S
✅ Kunci Jawaban Review:
1. Benar 2. Benar 3. Salah (bertengkar bukan penerapan Pancasila) 4. Benar 5. Salah (membeda-bedakan bukan penerapan Pancasila)
7Video Pembelajaran
🎬 Tonton video di atas sebelum melanjutkan membaca materi, ya!
8Ayo Belajar: Hidup Rukun sebagai Penerapan Sila Ke-3, 4, 5
🤝 Hidup Rukun dalam Tiga Sila
Hidup rukun berarti hidup damai, saling menghargai, dan saling membantu. Hidup rukun bisa kita lihat dalam penerapan sila ketiga, keempat, dan kelima Pancasila.
Sila 3 – Persatuan Indonesia Bersatu meski berbeda suku, agama, atau bahasa daerah. Contoh: bermain bersama teman beda suku, ikut kerja bakti membersihkan lingkungan bersama tetangga.
Sila 4 – Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan Menyelesaikan masalah dengan musyawarah, menghargai pendapat orang lain, tidak memaksakan kehendak. Contoh: musyawarah memilih ketua kelas atau menentukan permainan bersama.
Sila 5 – Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia Berlaku adil dan berbagi kepada semua orang tanpa membeda-bedakan. Contoh: membagi tugas piket secara adil, berbagi bekal dengan teman yang tidak membawa bekal.
Contoh sehari-hari: Saat kelas 2 memilih ketua kelas, semua siswa diberi kesempatan mengusulkan nama, lalu dilakukan musyawarah untuk mufakat (sila 4). Setelah itu, tugas piket kelas dibagi secara adil kepada semua siswa (sila 5), dan semua siswa tetap bermain bersama dengan rukun meskipun berbeda suku dan agama (sila 3).
🤝 🗳️ ⚖️ 🏫 🌏
9Ayo Berlatih! (10 Soal Pilihan Ganda) (Silahkan Tulis Soal + Jawaban yang Benar ya Nak!)
MUDAH
1. Sila ketiga Pancasila berbunyi ....
A. Persatuan Indonesia
B. Ketuhanan Yang Maha Esa
C. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
D. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
MUDAH
2. Bermain bersama teman tanpa membeda-bedakan suku adalah contoh penerapan sila ke ....
A. 1
B. 3
C. 2
D. 4
MUDAH
3. Musyawarah untuk mengambil keputusan bersama adalah pengamalan sila ke ....
A. 3
B. 1
C. 4
D. 5
SEDANG
4. Berbagi bekal makanan dengan teman yang tidak membawa bekal adalah contoh sikap adil sesuai sila ke ....
A. 4
B. 3
C. 2
D. 5
SEDANG
5. Ketika ada perbedaan pendapat dalam memilih permainan saat istirahat, sikap yang mencerminkan sila keempat adalah ....
A. bermusyawarah untuk mencapai kesepakatan
B. memaksakan pendapat sendiri
C. langsung marah dan pergi
D. mengabaikan pendapat teman
SEDANG
6. Membagi tugas piket kelas secara merata kepada semua siswa adalah contoh penerapan sila ke ....
A. 3
B. 5
C. 4
D. 1
SEDANG
7. Ikut serta dalam kerja bakti membersihkan lingkungan bersama tetangga tanpa membeda-bedakan adalah contoh sikap rukun sesuai sila ke ....
A. 5
B. 4
C. 3
D. 2
SUKAR
8. Kelas 2 akan memilih ketua kelas baru. Beberapa siswa mengusulkan nama yang berbeda-beda. Sikap yang tepat sesuai sila keempat adalah ....
A. memilih berdasarkan siapa yang berteriak paling keras
B. ketua kelas ditentukan oleh satu orang saja tanpa musyawarah
C. tidak perlu memilih ketua kelas
D. bermusyawarah dan memilih berdasarkan suara terbanyak/mufakat
SUKAR
9. Rian mendapat tugas membagikan 20 buku kepada 20 temannya secara adil dan merata, tanpa membeda-bedakan siapa yang mendapat lebih banyak. Sikap Rian mencerminkan penerapan sila ke ....
A. 5
B. 4
C. 3
D. 2
SUKAR
10. Sebuah RT terdiri dari warga dengan suku dan agama yang berbeda-beda, namun mereka tetap kompak mengadakan kegiatan gotong royong bersama. Sikap warga RT tersebut mencerminkan penerapan sila ke ....
A. 5
B. 3
C. 4
D. 2
10Jejak Pembelajaran Mendalam
Pembelajaran hari ini dirancang dengan pendekatan Deep Learning yang memuat tiga unsur berikut:
🧘 Mindful (Kesadaran Penuh)
Mengenal Asmaul Husna Al-Khaliq, Ar-Razzaq, dan Al-Malik di awal pembelajaran melatih siswa hadir sepenuhnya dan merenungkan makna persatuan, musyawarah, dan keadilan.
Kegiatan merefleksikan sikap diri sendiri melatih siswa menyadari apakah sudah menerapkan sila ke-3, 4, 5 dalam kesehariannya.
🎯 Meaningful (Bermakna)
Contoh hidup rukun dikaitkan dengan pengalaman nyata siswa: bermain dengan teman beda suku, musyawarah memilih ketua kelas, dan berbagi tugas piket secara adil.
Setiap sikap rukun dikaitkan langsung dengan sila ke-3, 4, dan 5, sehingga siswa memahami bahwa nilai Pancasila bisa dipraktikkan setiap hari.
😄 Joyful (Menyenangkan)
Video pembelajaran dan bermain peran (role play) musyawarah kelas membuat siswa lebih mudah memahami penerapan sila keempat secara nyata dan menyenangkan.
Diskusi kelompok dan latihan soal bertingkat membuat siswa antusias dan tertantang tanpa merasa tertekan.
11Kesimpulan
Hari ini kita belajar bahwa hidup rukun adalah wujud nyata dari penerapan sila ketiga (persatuan), sila keempat (musyawarah), dan sila kelima (keadilan) Pancasila. Hidup rukun berarti bersatu meski berbeda, menyelesaikan masalah dengan musyawarah, dan berlaku adil kepada semua orang. Seperti Allah Al-Khaliq yang menciptakan kita berbeda-beda agar bersatu, Allah Ar-Razzaq yang memberi rezeki dengan adil, dan Allah Al-Malik yang mengatur segala urusan dengan hikmah, mari kita jaga persatuan, bermusyawarah, dan berlaku adil di mana pun kita berada. 🌟
Refleksi Pembelajaran:
Alhamdulillah pembelajran hari ini selesai, sebagaian besar anak masih butuh bimbingan secara personal untuk memahami materi ini.