Materi : Pengurangan bilangan cacah sampai dengan 50
Pertemuan : 1
๐ธ➖๐ธ
MatematikaKelas 2 SDFase A
Pengurangan Bilangan Cacah sampai 50
Ayo belajar mengurangi dengan senang hati! ๐
๐ฏ Capaian Pembelajaran
Pada akhir Fase A, peserta didik menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100, serta dapat melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah.
Elemen: Bilangan • Materi hari ini: pengurangan bilangan cacah sampai 50.
๐ Tujuan Pembelajaran & Pelaksanaannya
TP 1
Melalui kegiatan mengurangkan benda konkret dan garis bilangan, peserta didik dapat menyelesaikan pengurangan bilangan cacah sampai 50 secara bersusun dengan benar.
MindfulBerdoa, tarik napas 3 kali, lalu menyimak penjelasan guru dengan tenang.
MeaningfulMengurangkan stik es krim yang diikat puluhan dan satuan untuk memahami nilai tempat.
JoyfulMenonton video pembelajaran dan bermain "Kodok Lompat Mundur" di garis bilangan.
MindfulMengerjakan soal bersusun dengan teliti, kolom demi kolom.
TP 2
Melalui soal cerita dari kehidupan sehari-hari, peserta didik dapat menyelesaikan masalah yang melibatkan pengurangan bilangan cacah sampai 50 dengan teliti.
MeaningfulMembuat dan menyelesaikan cerita tentang jajan, buah, dan berbagi dengan teman.
MeaningfulMengaitkan materi dengan rasa syukur atas rezeki dari Allah.
JoyfulPermainan kartu soal cerita berkelompok dan tepuk semangat.
MindfulRefleksi: "Apa yang sudah aku pahami hari ini?"
๐ช Alur Tujuan Pembelajaran
1
Mengamati dan mengurangkan benda konkret, lalu menuliskannya dalam kalimat matematika dan pengurangan bersusun sampai 50.
2
Menyelesaikan soal cerita pengurangan sampai 50 dan menjelaskan jawabannya dengan kalimat matematika.
๐ญ Apersepsi
Guru mengajak berdoa lalu bertanya: "Siapa yang tadi pagi membawa bekal?"
Tanya jawab: "Ibu punya 10 permen. Ibu beri 3 permen kepada adik. Berapa permen Ibu sekarang?" (10 − 3 = 7)
Guru menyampaikan: "Hari ini kita belajar mengurangi bilangan yang lebih besar, sampai 50!"
"Sesungguhnya Allah, Dialah Pemberi rezeki yang mempunyai kekuatan lagi sangat kokoh."
QS. Adz-Dzariyat: 58
๐ Kaitan dengan materi: Allah menciptakan semua benda yang kita hitung, mengatur semuanya, dan memberi kita rezeki. Saat kita berbagi dan jumlah benda kita berkurang, pahala kita bertambah. Alhamdulillah!
๐ Inti Materi
1. Apa itu pengurangan?
Pengurangan artinya mengambil atau membuang sebagian benda, sehingga bendanya tersisa lebih sedikit. Tandanya: − (kurang).
Pengurangan berarti mengambil atau membuang sebagian benda, tandanya −.
Pada pengurangan bersusun, kurangkan satuan dulu, lalu puluhan.
Bersyukurlah kepada Allah Ar-Razzaq, dan senang berbagi dengan sesama. ๐
๐ช Refleksi Pembelajaran
Hasil pengamatan guru
Sebagian besar murid kelas 2 Abu Hurairah sudah memahami pengurangan bilangan cacah sampai 50 secara bersusun dan dapat menyelesaikan soal cerita. Sebagian kecil murid masih perlu bimbingan, terutama dalam menempatkan satuan dan puluhan pada kolom yang tepat.
Rencana tindak lanjut
Murid yang sudah paham: diberi pengayaan soal cerita bertahap dan menjadi tutor sebaya.
Murid yang perlu bimbingan: pendampingan kelompok kecil dengan stik es krim dan papan nilai tempat, serta latihan garis bilangan.
Pembelajaran berikutnya diawali pengulangan singkat (5 menit) sebelum materi baru.
Elemen Geometri, Fase A: peserta didik dapat mengenal berbagai bentuk bangun datar dan bangun ruang serta menentukan posisi benda terhadap benda lain.
Elemen Aljabar, Fase A: peserta didik dapat mengurutkan, meniru, dan melanjutkan pola-pola bukan bilangan (misalnya gambar, warna, dan bentuk).
๐ Tujuan Pembelajaran & Pelaksanaannya
TP 1
Melalui pengamatan benda di sekitar kelas dan permainan, peserta didik dapat menentukan posisi benda (di atas, di bawah, di depan, di belakang, di samping, di antara, di dalam) dengan tepat.
MindfulBerdoa, tarik napas 3 kali, lalu mengamati letak benda di kelas dengan tenang.
MeaningfulMenyebutkan posisi benda nyata: tas, buku, kursi, dan papan tulis di sekitar mereka.
JoyfulPermainan "Sembunyikan Boneka": teman menebak lokasi boneka dari petunjuk posisi.
MindfulMengerjakan soal posisi dengan teliti dan membaca petunjuk sampai selesai.
TP 2
Melalui kegiatan menyusun kartu bentuk dan balok warna, peserta didik dapat mengenali, meniru, dan melanjutkan pola bentuk dengan benar.
JoyfulMenonton video pola dan menyusun pola dari kancing, kartu bentuk, dan balok warna.
MeaningfulMenemukan pola di sekitar: ubin lantai, jendela, kain batik, dan pagar.
MeaningfulMengaitkan keteraturan pola dengan ciptaan Allah yang tersusun rapi.
MindfulRefleksi: "Pola apa yang aku temukan hari ini?"
๐ช Alur Tujuan Pembelajaran
1
Mengamati benda nyata dan gambar, lalu menyebutkan serta menentukan posisi benda terhadap benda lain.
2
Mengamati, meniru, dan melanjutkan pola bentuk (pola 2 bentuk dan 3 bentuk) menggunakan kartu dan gambar.
๐ญ Apersepsi
Guru mengajak berdoa lalu bertanya: "Anak-anak, tas kalian ada di mana sekarang?"
Guru menunjukkan gelang manik: merah, putih, merah, putih. "Apa yang kalian lihat? Bentuk apa yang berulang?"
Guru menyampaikan: "Hari ini kita belajar tentang letak benda dan pola bentuk!"
"Sesungguhnya Allah, Dialah Pemberi rezeki yang mempunyai kekuatan lagi sangat kokoh."
QS. Adz-Dzariyat: 58
๐ Kaitan dengan materi: Allah menciptakan langit di atas dan bumi di bawah, serta menyusun alam dengan teratur, seperti pola pada sarang lebah dan sisik ikan. Allah juga memberi kita rezeki, sehingga kita bersyukur dan menjaga benda dengan menaruhnya di tempat yang benar.
๐ Inti Materi
1. Posisi benda
Posisi benda menunjukkan letak suatu benda terhadap benda lain.
⚽ ๐ฆBola di atas kotak
๐ฆ ⚽Bola di bawah kotak
๐งธ ⚽Bola di samping boneka
๐ ⚽ ๐Bola di antara apel dan mobil
⚽Bola di dalam kotak
๐ ➡️ ๐ Mobil di depan rumah, rumah di belakang mobil
Kiri dan kanan dilihat dari sisi kita sendiri. Tangan kanan memegang pensil.
2. Contoh letak benda di kelas
3. Apa itu pola?
Pola adalah susunan gambar, warna, atau bentuk yang berulang secara teratur. Untuk melanjutkan pola, cari bagian yang berulang.
Pola 2 bentuk, berulang tiap 2 bentuk (lingkaran, persegi):
Pola 3 bentuk, berulang tiap 3 bentuk (bintang, lingkaran, segitiga):
4. Cara melanjutkan pola
Amati gambar dari kiri ke kanan.
Temukan bagian yang berulang (inti pola).
Tunjuk bentuk satu per satu, lalu lanjutkan sesuai inti pola.
Isian singkat: 1) belakang 2) segitiga 3) dalam 4) segitiga 5) kanan
⭐ Kesimpulan
Posisi benda menunjukkan letak benda: di atas, di bawah, di depan, di belakang, di samping, di antara, dan di dalam.
Pola adalah susunan yang berulang secara teratur.
Untuk melanjutkan pola, temukan inti pola yang berulang.
Allah Maha Pencipta, Maha Merajai, dan Maha Pemberi Rezeki. Alam tersusun rapi dan teratur. ๐
๐ช Refleksi Pembelajaran
Hasil pengamatan guru
Sebagian besar murid kelas 2 Abu Hurairah sudah memahami posisi benda dan dapat melanjutkan pola bentuk. Sebagian kecil murid masih perlu bimbingan, terutama dalam membedakan kiri dan kanan serta melanjutkan pola 3 bentuk.
Rencana tindak lanjut
Murid yang sudah paham: diberi pengayaan membuat pola sendiri dan menjadi tutor sebaya.
Murid yang perlu bimbingan: pendampingan kelompok kecil dengan kartu bentuk dan manik, serta permainan arah kiri-kanan.
Pembelajaran berikutnya diawali pengulangan singkat (5 menit) tentang posisi dan pola.
๐ค Membacakan Cerita dengan Alur Awal, Tengah, dan Akhir
Bahasa Indonesia • Kelas 2 • Kurikulum Merdeka
๐ฆ Awal๐จ Tengah๐ฉ Akhir๐ฃ️ Membacakan
1Capaian Pembelajaran (CP)
Elemen: Membaca & Berbicara dan Mempresentasikan – Fase A (Kelas I dan II)
Pada akhir Fase A, peserta didik mampu membaca kata-kata dan kalimat sederhana dengan lafal yang jelas, serta berbicara dengan volume dan intonasi yang tepat. Peserta didik mampu membacakan cerita sederhana dengan urutan awal, tengah, dan akhir secara runtut kepada pendengar, serta menjadi pendengar yang penuh perhatian saat orang lain bercerita.
2Tujuan Pembelajaran
๐ฏTP UMUM Murid dapat membacakan cerita dengan alur awal, tengah, dan akhir.
๐MEANINGFUL Melalui kegiatan membacakan cerita sederhana dari teks atau pengalaman sendiri, peserta didik mampu membacakan cerita dengan urutan awal, tengah, dan akhir secara runtut.
๐ฌMEANINGFUL Peserta didik mampu menjelaskan pesan atau pelajaran dari cerita yang dibacakannya kepada pendengar.
๐งMINDFUL Melalui latihan membaca dengan tenang dan memperhatikan tanda baca, peserta didik mampu membacakan cerita dengan lafal, volume, dan intonasi yang tepat.
๐MINDFUL Peserta didik mampu menjadi pendengar yang penuh perhatian saat temannya membacakan cerita.
๐JOYFUL Melalui kegiatan bergiliran membacakan cerita di depan teman dengan ekspresi yang menarik, peserta didik mampu membacakan cerita dengan gembira dan percaya diri.
3Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
Berikut alur pencapaian Tujuan Pembelajaran di atas, mulai dari kesadaran membaca dengan tenang (mindful), pemahaman inti (TP umum), pemaknaan dalam bercerita (meaningful), hingga penerapannya secara menyenangkan (joyful):
Kode
Alur Tujuan Pembelajaran
3.1
MINDFUL Peserta didik membaca dengan tenang, memperhatikan tanda baca, lafal, dan intonasi yang tepat.
3.2
TP UMUM Peserta didik membacakan cerita dengan alur awal, tengah, dan akhir. ← inti materi
3.3
MEANINGFUL Peserta didik membacakan cerita sederhana (teks atau pengalaman sendiri) secara runtut dari awal, tengah, hingga akhir.
3.4
MEANINGFUL Peserta didik menjelaskan pesan atau pelajaran dari cerita yang dibacakannya.
3.5
MINDFUL Peserta didik menjadi pendengar yang penuh perhatian saat temannya membacakan cerita.
3.6
JOYFUL Peserta didik bergiliran membacakan cerita di depan teman dengan ekspresi gembira dan percaya diri.
4Model & Metode Pembelajaran
๐ฑ Model: Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) berbasis praktik membacakan cerita dan umpan balik teman, memadukan unsur mindful, meaningful, dan joyful.
๐ง๐ซDemonstrasi (Membaca Nyaring) – guru mencontohkan cara membacakan cerita dengan suara jelas, jeda, dan intonasi yang tepat.
๐คLatihan Berpasangan – siswa berlatih membacakan cerita kepada teman sebangku dan saling memberi masukan.
๐ญUnjuk Kerja – siswa bergiliran membacakan cerita di depan kelas.
๐ฌTanya Jawab & Diskusi – siswa menyebutkan bagian awal, tengah, akhir dan pesan dari cerita yang dibacakan.
๐Penugasan – latihan soal mandiri bertingkat untuk mengukur pemahaman siswa.
5Pembukaan: Mengenal Kebesaran Allah
ุงْูุฎَุงِูู
Al-Khaliq (Yang Maha Pencipta)
Allah menciptakan lisan, suara, dan kemampuan membaca pada diri kita. Allah juga memerintahkan kita untuk membaca (Iqra').
ุงูุฑَّุฒَّุงู
Ar-Razzaq (Yang Maha Pemberi Rezeki)
Allah memberi rezeki berupa telinga untuk mendengar dan cerita-cerita yang penuh pelajaran yang bisa kita bagikan kepada orang lain.
ุงْูู َِูู
Al-Malik (Yang Maha Merajai/Menguasai)
Allah mengatur segala sesuatu secara berurutan dan teratur, seperti pagi, siang, lalu malam yang datang silih berganti.
๐ก Kaitan dengan Materi Hari Ini
Allah Al-Khaliq menciptakan lisan dan suara kita agar mampu membaca. Allah Ar-Razzaq memberi kita telinga dan cerita-cerita bermanfaat untuk dibagikan. Dan seperti Allah Al-Malik yang mengatur segala sesuatu secara berurutan, hari ini kita akan belajar membacakan cerita dengan urutan awal, tengah, dan akhir.
๐ค Pertanyaan Perenungan:
Allah Al-Khaliq menciptakan lisan dan suara kita serta memerintahkan kita untuk membaca. Menurutmu, mengapa membacakan cerita dengan suara yang jelas bisa membuat pendengar senang dan mudah paham?
Allah Ar-Razzaq memberi kita telinga untuk mendengar cerita. Bagaimana perasaanmu saat temanmu membacakan cerita dengan baik dan kamu mendengarkannya dengan penuh perhatian?
Allah Al-Malik mengatur segala sesuatu secara berurutan. Menurutmu, apa yang akan terjadi jika kita membacakan cerita mulai dari bagian akhir dulu, lalu awal, lalu tengah?
6Yuk, Ingat Lagi! (Menuliskan Cerita dengan Alur Awal, Tengah, dan Akhir)
Sebelum belajar materi baru, jawablah Benar (B) atau Salah (S) pada pernyataan berikut ini!
1.Alur cerita terdiri dari bagian awal, tengah, dan akhir.B / S
2.Bagian awal cerita berisi penyelesaian masalah.B / S
3.Bagian tengah cerita berisi kejadian-kejadian yang dialami tokoh.B / S
4.Cerita yang baik boleh ditulis dengan urutan acak tanpa aturan.B / S
5.Bagian akhir cerita menceritakan bagaimana cerita itu berakhir dan perasaan tokoh.B / S
✅ Kunci Jawaban Review:
1. Benar 2. Salah (penyelesaian masalah ada di bagian akhir) 3. Benar 4. Salah (cerita harus runtut) 5. Benar
7Video Pembelajaran
๐ฌ Tonton video di atas sebelum melanjutkan membaca materi, ya!
8Ayo Belajar: Membacakan Cerita dengan Alur Awal, Tengah, Akhir
๐ค A. Apa itu Membacakan Cerita?
Membacakan cerita artinya membaca sebuah cerita dengan suara yang jelas kepada pendengar, secara berurutan dari bagian awal, tengah, sampai akhir.
Contoh sehari-hari: Saat Ibu Guru meminta kamu membacakan cerita di depan kelas, atau saat kamu membacakan buku cerita untuk adikmu sebelum tidur.
๐ B. Contoh Cerita untuk Dibacakan
"Rani dan Kucing Kecil"
AWALSore itu, Rani menemukan seekor kucing kecil menangis di depan rumahnya.
TENGAHRani memberi kucing itu susu dan membuatkan tempat tidur dari kardus. Rani juga bertanya kepada tetangga, siapa pemilik kucing itu.
AKHIRBu Siti, pemilik kucing itu, datang menjemput. Rani merasa senang karena kucing kecil itu sudah pulang.
๐ฃ️ C. Tips Membacakan Cerita dengan Baik
๐Volume jelas – tidak terlalu pelan, tidak terlalu keras.
⏸️Perhatikan tanda baca – berhenti sejenak saat bertemu titik dan koma.
๐ญIntonasi sesuai isi – riang untuk bagian senang, pelan untuk bagian sedih.
๐Tatap pendengar – dan beri jeda singkat antar bagian awal, tengah, dan akhir.
.
Titik: berhenti sejenak
,
Koma: jeda singkat
?
Tanya: nada naik
!
Seru: nada semangat
๐ D. Langkah Membacakan Cerita
1Baca cerita dalam hati terlebih dahulu sampai paham isinya.
2Tandai bagian awal, tengah, dan akhir cerita.
3Berlatih membaca dengan suara, jeda, dan intonasi yang tepat.
4Bacakan cerita di depan teman dengan percaya diri.
5Ceritakan kembali pesan atau pelajaran dari cerita tersebut.
๐ค ๐ ๐ฆ ๐จ ๐ฉ
9Ayo Berlatih! (10 Soal Pilihan Ganda)
MUDAH
1. Saat membacakan cerita, suara yang tepat adalah ....
A. jelas dan terdengar oleh pendengar
B. sangat pelan sampai tidak terdengar
C. berteriak sekeras-kerasnya
D. berbisik
MUDAH
2. Cerita dibacakan dengan urutan ....
A. akhir, awal, tengah
B. awal, tengah, akhir
C. tengah, akhir, awal
D. akhir, tengah, awal
MUDAH
3. Saat bertemu tanda titik (.) ketika membaca, kita sebaiknya ....
A. membaca semakin cepat
B. berteriak
C. berhenti sejenak
D. melompati kalimat
SEDANG
4. Tanda baca yang membuat kita menaikkan nada saat membaca kalimat adalah tanda ....
A. titik
B. koma
C. hubung
D. tanya
SEDANG
5. Ketika membacakan bagian cerita yang sedih, intonasi yang tepat adalah ....
A. pelan dan penuh perasaan sedih
B. riang dan melompat-lompat
C. tertawa keras
D. datar tanpa ekspresi sama sekali
SEDANG
6. "Sore itu, Rani menemukan seekor kucing kecil menangis di depan rumahnya." Kalimat ini dibacakan pada bagian ... cerita.
A. tengah
B. awal
C. akhir
D. judul
SEDANG
7. "Rani memberi susu dan membuatkan tempat tidur dari kardus." Kalimat ini termasuk bagian ... cerita.
A. awal
B. akhir
C. tengah
D. penutup
SUKAR
8. Saat temanmu sedang membacakan cerita di depan kelas, sikap pendengar yang baik adalah ....
A. mengobrol dengan teman sebelah
B. bermain sendiri
C. memotong cerita sambil berteriak
D. menyimak dengan tenang dan penuh perhatian
SUKAR
9. Doni membacakan cerita dengan suara jelas dan memberi jeda singkat di antara bagian awal, tengah, dan akhir. Hal ini membantu pendengar untuk ....
A. lebih mudah memahami urutan cerita
B. bingung dengan isi cerita
C. tertidur
D. melupakan ceritanya
SUKAR
10. Sinta membacakan cerita "Rani dan Kucing Kecil" tetapi ia membacanya mulai dari bagian akhir, lalu awal, lalu tengah. Dampaknya bagi pendengar adalah ....
A. cerita jadi lebih mudah dipahami
B. pendengar bingung karena urutan kejadian tidak runtut
C. tidak ada pengaruhnya
D. pendengar jadi lebih paham
✔Kunci Jawaban
1. A
2. B
3. C
4. D
5. A
6. B
7. C
8. D
9. A
10. B
10Jejak Pembelajaran Mendalam
Pembelajaran hari ini dirancang dengan pendekatan Deep Learning yang memuat tiga unsur berikut:
๐ง Mindful (Kesadaran Penuh)
Mengenal Asmaul Husna Al-Khaliq, Ar-Razzaq, dan Al-Malik di awal pembelajaran melatih siswa hadir sepenuhnya dan merenungkan nikmat lisan, suara, dan telinga.
Membaca dengan tenang dan memperhatikan tanda baca melatih ketelitian dan kesadaran siswa saat membacakan cerita.
Menyimak teman yang sedang membacakan cerita melatih siswa menjadi pendengar yang penuh perhatian.
๐ฏ Meaningful (Bermakna)
Membacakan cerita dikaitkan dengan kegiatan nyata siswa, seperti membacakan cerita di kelas atau untuk adik di rumah.
Siswa diajak menemukan pesan atau pelajaran dari cerita yang dibacakannya.
๐ Joyful (Menyenangkan)
Video pembelajaran memberi variasi visual dan audio agar siswa lebih mudah memahami alur cerita.
Bergiliran membacakan cerita dengan ekspresi menarik membuat siswa antusias dan percaya diri tampil di depan teman.
11Kesimpulan
Hari ini kita belajar membacakan cerita dengan urutan awal, tengah, dan akhir, menggunakan suara yang jelas, jeda yang tepat pada tanda baca, dan intonasi yang sesuai isi cerita. Kita juga belajar menjadi pendengar yang baik. Seperti Allah Al-Malik yang mengatur segala sesuatu secara berurutan, mari kita membacakan cerita dengan runtut dan penuh semangat agar pendengar senang dan mudah memahaminya. ๐
Refleksi: sebagian besar murid kelas 2 abu hurairah sudah memahami materi yang telah disampaikan,