Minggu, 06 September 2026

Materi Ajar Matematika

  Identitas

Nama Guru            : Amelia Anggraini, S.Pd.

Mapel                     : Matematika

Hari / Tanggal        : Senin / 7 September 2026

Fase / Kelas           : A / 2 Abu Hurairah

Materi                     : Soal Cerita Penjumlahan – Membaca dan Memahami Isi Pesan

Pertemuan             : 14


🎀🍎🎀

Soal Cerita Penjumlahan
Membaca dan Memahami Isi Pesan

Belajar Matematika sambil bercerita, menghitung, dan bersyukur

Kelas 2 SD • Fase A.

🎯Capaian Pembelajaran

Mengacu pada Capaian Pembelajaran Matematika Fase A (Kelas 1–2 SD) Kurikulum Merdeka terbaru: pada akhir Fase A, peserta didik dapat menunjukkan pemahaman dan intuisi bilangan cacah sampai 999, serta memahami dan melakukan operasi hitung penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah dalam kehidupan sehari-hari, termasuk menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan penjumlahan melalui soal cerita sederhana.

🌟Tujuan Pembelajaran (TP)

TP 1. Peserta didik mampu membaca dan memahami isi soal cerita penjumlahan dengan bilangan sampai 100.
TP 2. Peserta didik mampu menyelesaikan soal cerita penjumlahan dengan menuliskan kalimat matematika dan menghitung hasilnya secara tepat.

Penerapan TP dalam kegiatan belajar:

MindfulMeaningfulJoyful
  • MindfulBerdoa dan tarik napas bersama sebelum belajar, menenangkan diri agar siap membaca cerita dengan fokus.
  • JoyfulMenonton video animasi pembelajaran tentang soal cerita penjumlahan.
  • MeaningfulBerdiskusi kelompok kecil menemukan kata kunci dalam cerita, misalnya "semuanya", "seluruhnya", atau "ditambah".
  • MeaningfulMenggunakan alat peraga (kancing, biji-bijian, atau gambar buah) untuk membuktikan hasil penjumlahan dari cerita.
  • JoyfulBermain tebak cerita berhitung bersama teman sebangku sambil bertepuk tangan saat jawaban benar.
  • MindfulRefleksi akhir: anak menceritakan perasaannya setelah berhasil menyelesaikan soal cerita.

🧭Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

ATP 1 (untuk TP 1). Peserta didik berlatih membaca soal cerita satu per satu, menggarisbawahi angka dan kata kunci penting, kemudian menceritakan kembali isi soal dengan bahasanya sendiri.
ATP 2 (untuk TP 2). Peserta didik mengubah soal cerita menjadi kalimat matematika dengan bantuan alat peraga atau gambar, lalu menghitung dan menuliskan hasil penjumlahannya dengan tepat.

☀️Apersepsi Singkat

Guru mengajak bercerita ringan: "Anak-anak, kemarin Ibu ke pasar membeli 3 apel merah dan 2 apel hijau. Kira-kira berapa apel yang Ibu bawa pulang?" Guru menggali jawaban siswa sambil menghubungkan dengan pengalaman mereka sendiri di kantin atau di rumah, sebagai jembatan menuju materi soal cerita penjumlahan hari ini.

🕌Ayat Kebesaran Allah

Sebelum belajar berhitung, mari mengenal bahwa Allah-lah yang menciptakan, memiliki, dan memberi rezeki kepada semua makhluk-Nya.

Al-Khaliq (Maha Pencipta) — QS. Al-Hasyr: 24
"Dialah Allah, Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa..."
Allah menciptakan segala sesuatu, termasuk buah-buahan dan benda yang kita hitung setiap hari.
Al-Malik (Maha Merajai) — QS. Al-Mu'minun: 116
"Maka Maha Tinggi Allah, Raja Yang Sebenarnya..."
Semua yang ada di bumi, termasuk barang yang kita jumlahkan, adalah milik Allah semata.
Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki) — QS. Adz-Dzariyat: 58
"Sesungguhnya Allah, Dialah Maha Pemberi rezeki, Yang mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh."
Buah, makanan, dan benda yang kita hitung dalam soal cerita adalah rezeki pemberian Allah.
• • • ❀ • • •

📖Inti Pembahasan

Ringkasan materi: Soal cerita penjumlahan adalah soal matematika yang disampaikan dalam bentuk cerita pendek. Langkah menyelesaikannya: (1) baca cerita dengan teliti, (2) temukan angka dan kata kunci penjumlahan seperti "semuanya", "total", atau "ditambah", (3) ubah menjadi kalimat matematika, (4) hitung hasilnya, (5) tuliskan jawaban dengan kalimat lengkap.

▶️🎬

Video Pembelajaran: "Yuk, Membaca Soal Cerita Penjumlahan!" — animasi bergambar buah dan balon yang menuntun siswa menemukan kata kunci penjumlahan langkah demi langkah.

Media dan alat peraga:

🍎 Kartu buah🔴 Kancing warna🎈 Gambar balon🧮 Sempoa mini📏 Garis bilangan
📝🍬🎈🍎🐠

10 Soal Pilihan Ganda

1Dina mempunyai 4 permen, lalu diberi kakak 3 permen lagi. Berapa jumlah permen Dina sekarang?
  • a. 6
  • b. 7
  • c. 8
2Di kolam ada 5 ikan, kemudian ditambah 2 ikan baru. Berapa ikan seluruhnya?
  • a. 6
  • b. 7
  • c. 9
3Budi membeli 6 pensil, lalu ibunya membelikan 4 pensil lagi. Berapa jumlah pensil Budi?
  • a. 9
  • b. 10
  • c. 11
4Ani mempunyai 8 balon merah dan 5 balon biru. Berapa balon Ani semuanya?
  • a. 12
  • b. 13
  • c. 14
5Kata kunci yang menunjukkan penjumlahan dalam soal cerita adalah…
  • a. sisa
  • b. semuanya
  • c. diambil
6Ibu memasak 7 telur, lalu menambah 6 telur lagi. Berapa telur ibu sekarang?
  • a. 12
  • b. 13
  • c. 14
7Rian punya 9 kelereng, temannya memberi 8 kelereng. Total kelereng Rian adalah…
  • a. 16
  • b. 17
  • c. 18
8Langkah pertama menyelesaikan soal cerita adalah…
  • a. menulis jawaban
  • b. membaca cerita dengan teliti
  • c. menghitung langsung
9Sinta memiliki 10 stiker bintang dan 5 stiker hati. Berapa stiker Sinta seluruhnya?
  • a. 14
  • b. 15
  • c. 16
10Ayah membawa 12 mangga, paman menambah 6 mangga. Jumlah mangga sekarang adalah…
  • a. 17
  • b. 18
  • c. 19

5 Soal Isian Singkat

1. Tono punya 6 layang-layang, dibelikan ayah 5 lagi. Jumlah layang-layang Tono sekarang =  
2. Lala mempunyai 9 buku, kakak memberi 4 buku. Semua buku Lala ada =  
3. Di taman ada 7 burung, lalu datang 5 burung lagi. Jumlah burung seluruhnya =  
4. Nana mempunyai 8 pita, ibunya membelikan 7 pita baru. Total pita Nana =  
5. Kata dalam soal cerita yang berarti "dijumlahkan" antara lain "ditambah" dan "…" (isi kata lain yang bermakna sama) =  
Kunci jawaban Pilihan Ganda:

🧩Kesimpulan Materi Hari Ini


⚠️Kendala Pembelajaran

🌈Tindak Lanjut

Kamis, 03 September 2026

Materi Ajar Bahasa Indonesia

 IDENTITAS

Nama Guru            : Amelia Anggraini, S.Pd.

Mapel                     : Bahasa Indonesia

Hari / Tanggal        : Jumat / 3 September 2026

Fase / Kelas           : A / 2 Abu Hurairah

Materi                     : Kalimat S-P-O

Pertemuan             : 13


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

📰 Kalimat Berita (Kalimat S-P-O)

Bahasa Indonesia • Kelas 2 • Kurikulum Merdeka

📝 Kalimat Berita🔤 Subjek-Predikat-Objek💬 Penggunaan Sehari-hari
1Capaian Pembelajaran (CP)
Elemen: Menulis & Berbicara dan Mempresentasikan – Fase A (Kelas I dan II)

Pada akhir Fase A, peserta didik mampu menulis dan menyampaikan kalimat berita (kalimat pernyataan) dengan struktur Subjek-Predikat-Objek (S-P-O) yang tepat untuk menyampaikan informasi atau fakta. Peserta didik mampu menggunakan kalimat S-P-O dalam komunikasi lisan maupun tulisan sehari-hari sesuai konteks dan tujuannya.

2Tujuan Pembelajaran
🎯TP UMUM
Murid dapat memahami penggunaan kalimat S-P-O.
💬MEANINGFUL
Melalui pengamatan kejadian sehari-hari, peserta didik mampu menggunakan kalimat S-P-O untuk menceritakan kejadian di rumah dan sekolah dengan tepat.
📢MEANINGFUL
Peserta didik mampu menjelaskan fungsi kalimat berita S-P-O sebagai cara menyampaikan informasi secara jelas kepada orang lain.
🧘MINDFUL
Melalui kegiatan mengamati kalimat dengan saksama, peserta didik mampu mengidentifikasi Subjek, Predikat, dan Objek dalam kalimat dengan teliti.
🔍MINDFUL
Peserta didik mampu memeriksa kembali penggunaan struktur S-P-O pada kalimat yang dibuatnya agar tersusun dengan benar.
😄JOYFUL
Melalui permainan kartu kata atau kuis kelompok, peserta didik mampu menggunakan kalimat S-P-O dengan gembira dan penuh semangat.
3Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

Berikut alur pencapaian Tujuan Pembelajaran di atas, mulai dari kesadaran mengamati (mindful), pemahaman penggunaan (TP umum), pemaknaan dalam komunikasi (meaningful), hingga penerapannya secara menyenangkan (joyful):

KodeAlur Tujuan Pembelajaran
3.1MINDFUL Peserta didik mengamati contoh-contoh kalimat dengan saksama untuk mengidentifikasi bagian Subjek, Predikat, dan Objek.
3.2TP UMUM Peserta didik memahami penggunaan kalimat S-P-O. ← inti materi
3.3MEANINGFUL Peserta didik menjelaskan fungsi kalimat berita S-P-O sebagai cara menyampaikan informasi secara jelas.
3.4MEANINGFUL Peserta didik menggunakan kalimat S-P-O untuk menceritakan kejadian sehari-hari di rumah dan sekolah.
3.5MINDFUL Peserta didik memeriksa kembali penggunaan struktur S-P-O pada kalimat yang dibuatnya.
3.6JOYFUL Peserta didik menggunakan kalimat S-P-O melalui permainan kartu kata/kuis kelompok dengan gembira.
4Model & Metode Pembelajaran
🌱 Model: Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) berbasis komunikatif dan kontekstual, memadukan unsur mindful, meaningful, dan joyful.
🔍Discovery Learning – siswa menemukan sendiri cara penggunaan pola S-P-O melalui contoh kalimat yang diamati.
🧑‍🏫Demonstrasi – guru mencontohkan cara menggunakan kalimat S-P-O dalam bercerita sehari-hari.
💬Tanya Jawab & Diskusi Kelompok – siswa mendiskusikan penggunaan S-P-O yang tepat dan yang keliru.
🎲Permainan Kartu Kata – siswa menyusun kartu kata acak menjadi kalimat S-P-O yang benar untuk mendukung unsur joyful.
📝Penugasan – latihan menggunakan kalimat S-P-O secara mandiri berdasarkan kejadian sehari-hari.



5Pembukaan: Mengenal Kebesaran Allah
الْخَالِق
Al-Khaliq (Yang Maha Pencipta)

Allah menciptakan lisan dan akal pada diri kita agar kita mampu menyusun kalimat yang jelas untuk berkomunikasi dengan orang lain.

الرَّزَّاق
Ar-Razzaq (Yang Maha Pemberi Rezeki)

Allah memberi rezeki berupa ilmu, dan ilmu itu dapat kita bagikan kepada orang lain dengan kalimat yang benar dan mudah dipahami.

الْمَلِك
Al-Malik (Yang Maha Merajai/Menguasai)

Allah mengatur segala sesuatu dengan susunan yang tepat dan bermanfaat, termasuk aturan menyusun kalimat agar pesan yang kita sampaikan bisa dipahami dengan baik.

💡 Kaitan dengan Materi Hari Ini

Allah Al-Khaliq menciptakan lisan dan akal kita agar mampu menyusun kalimat yang jelas. Allah Ar-Razzaq memberi rezeki berupa ilmu yang bisa kita bagikan melalui kalimat yang benar. Dan seperti Allah Al-Malik yang mengatur segala sesuatu dengan susunan yang tepat, hari ini kita akan belajar menggunakan kalimat S-P-O dengan benar agar informasi yang kita sampaikan mudah dipahami orang lain.

🤔 Pertanyaan Perenungan:
  1. Allah Al-Khaliq menciptakan lisan dan akal kita untuk menyusun kalimat yang jelas. Menurutmu, apa yang akan terjadi jika kita menyampaikan informasi dengan kalimat yang tidak tersusun rapi?
  2. Allah Ar-Razzaq memberi rezeki berupa ilmu yang bisa kita bagikan. Bagaimana perasaanmu ketika kamu berhasil menjelaskan sesuatu kepada temanmu dengan kalimat yang jelas dan mudah dipahami?
  3. Allah Al-Malik mengatur segala sesuatu dengan susunan yang tepat. Mengapa penting bagi kita untuk selalu memeriksa kembali susunan S-P-O sebelum menyampaikan sebuah kalimat?
6Yuk, Ingat Lagi! (Kalimat Tanya)

Sebelum belajar materi baru, jawablah Benar (B) atau Salah (S) pada pernyataan berikut ini!

1.Kata tanya "berapa" digunakan untuk menanyakan jumlah atau harga.B / S
2.Kalimat tanya diakhiri dengan tanda titik (.).B / S
3.Kata tanya "bagaimana" digunakan untuk menanyakan cara atau keadaan.B / S
4.Kata tanya "di mana" digunakan untuk menanyakan waktu.B / S
5.Kalimat tanya bisa dijawab dengan kalimat berita.B / S
✅ Kunci Jawaban Review:

1. Benar   2. Salah (diakhiri tanda tanya)   3. Benar   4. Salah ("di mana" untuk tempat)   5. Benar

7Video Pembelajaran

🎬 Tonton video di atas sebelum melanjutkan membaca materi, ya!

8Ayo Belajar: Menggunakan Kalimat S-P-O

📰 A. Mengingat Kembali Kalimat S-P-O

Kalimat berita adalah kalimat yang menyampaikan informasi atau fakta, diakhiri tanda titik (.), dan tersusun atas Subjek (S), Predikat (P), dan Objek (O).

SUBJEKKakak
PREDIKATmenanam
OBJEKbunga

💬 B. Cara Menggunakan Kalimat S-P-O dengan Tepat

Agar kalimat berita mudah dipahami, susunan S-P-O harus berurutan dan tidak boleh dibolak-balik sembarangan.

✅ BENARAyah mencuci motor.
❌ SALAHMencuci motor ayah.
Contoh sehari-hari: Saat kamu ingin menceritakan bahwa kamu melihat kakakmu menyapu halaman, gunakan kalimat: "Kakak menyapu halaman." bukan "Menyapu halaman kakak." agar mudah dipahami pendengarnya.

✍️ C. Langkah Menggunakan Kalimat S-P-O

1Amati kejadian yang ingin kamu ceritakan (siapa melakukan apa, kepada apa/siapa).
2Tentukan Subjek (pelaku), Predikat (kegiatan), dan Objek (yang dikenai kegiatan).
3Susun kata-kata tersebut secara berurutan S-P-O.
4Periksa kembali susunannya, gunakan huruf kapital di awal, dan akhiri dengan tanda titik (.).
📰 🗣️ ✏️ 🏡 🌻
9Ayo Berlatih! (10 Soal Pilihan Ganda)
MUDAH

1. Kalimat berita digunakan untuk ....

A. menyampaikan informasi

B. bertanya

C. memerintah

D. berseru kaget

MUDAH

2. Susunan yang benar dalam kalimat S-P-O adalah ....

A. Objek-Predikat-Subjek

B. Subjek-Predikat-Objek

C. Predikat-Objek-Subjek

D. Objek-Subjek-Predikat

MUDAH

3. Kalimat "Rani menyiram bunga" memiliki subjek ....

A. menyiram

B. bunga

C. Rani

D. tidak ada

SEDANG

4. Kalimat yang tepat digunakan untuk menceritakan bahwa kamu melihat ayah mencuci motor adalah ....

A. Mencuci motor ayah.

B. Motor mencuci ayah.

C. Ayah motor mencuci.

D. Ayah mencuci motor.

SEDANG

5. Perhatikan kata-kata berikut: "menendang - Doni - bola". Susunan kalimat S-P-O yang tepat adalah ....

A. Doni menendang bola.

B. Menendang Doni bola.

C. Bola menendang Doni.

D. Doni bola menendang.

SEDANG

6. Kalimat "Nenek merajut syal" jika ditambahkan keterangan waktu yang tepat menjadi ....

A. Kemarin sore nenek syal merajut.

B. Nenek merajut syal kemarin sore.

C. Merajut nenek syal kemarin sore.

D. Syal nenek merajut kemarin sore.

SEDANG

7. Kalimat berikut yang PALING tepat menggunakan struktur S-P-O adalah ....

A. Membaca Sinta komik baru.

B. Sinta komik membaca baru.

C. Sinta membaca komik baru.

D. Komik baru Sinta membaca.

SUKAR

8. Andi ingin menceritakan bahwa kakaknya sedang menanam bunga mawar di kebun. Kalimat berita dengan struktur S-P-O yang paling tepat dan lengkap adalah ....

A. Menanam bunga mawar kakak di kebun.

B. Bunga mawar menanam kakak di kebun.

C. Di kebun kakak bunga mawar menanam.

D. Kakak menanam bunga mawar di kebun.

SUKAR

9. Perhatikan kalimat: "Pak Tani memanen padi di sawah setiap musim panen." Manakah bagian yang merupakan predikat?

A. memanen

B. Pak Tani

C. padi

D. di sawah

SUKAR

10. Manakah kalimat berikut yang TIDAK menggunakan struktur S-P-O dengan benar?

A. Ibu memasak sayur.

B. Bermain bola adik lapangan.

C. Kakak membaca majalah.

D. Adik minum susu.

Kunci Jawaban
1. A
2. B
3. C
4. D
5. A
6. B
7. C
8. D
9. A
10. B
10Jejak Pembelajaran Mendalam

Pembelajaran hari ini dirancang dengan pendekatan Deep Learning yang memuat tiga unsur berikut:

🧘 Mindful (Kesadaran Penuh)

  • Mengenal Asmaul Husna Al-Khaliq, Ar-Razzaq, dan Al-Malik di awal pembelajaran melatih siswa hadir sepenuhnya dan merenungkan pentingnya menyusun kalimat dengan benar.
  • Mengamati contoh kalimat benar dan salah dengan saksama melatih ketelitian siswa dalam menggunakan struktur S-P-O.
  • Memeriksa kembali susunan kalimat sebelum menyampaikannya melatih kesadaran diri siswa.

🎯 Meaningful (Bermakna)

  • Penggunaan kalimat S-P-O dikaitkan dengan kebiasaan siswa menceritakan kejadian sehari-hari kepada orang tua dan guru.
  • Contoh kalimat diambil dari aktivitas nyata: mencuci motor, menyiram bunga, membaca komik, dan memanen padi.

😄 Joyful (Menyenangkan)

  • Video pembelajaran memberi variasi visual dan audio agar siswa lebih mudah memahami penggunaan S-P-O.
  • Permainan kartu kata dan kuis kelompok membuat siswa antusias berlatih bersama teman.
11Kesimpulan
Hari ini kita belajar menggunakan kalimat S-P-O dengan benar agar informasi yang kita sampaikan mudah dipahami orang lain. Susunan Subjek-Predikat-Objek harus berurutan, tidak boleh dibolak-balik sembarangan, dan diakhiri tanda titik (.). Seperti Allah Al-Malik yang mengatur segala sesuatu dengan susunan yang tepat, mari kita gunakan kalimat S-P-O dengan rapi setiap kali menyampaikan informasi kepada orang lain. 🌟