Sabtu, 29 Agustus 2026

Materi Ajar Matematika

 

Identitas

Nama Guru        : Amelia Anggraini, S.Pd.

Hari/ Tanggal      : Senin/ 31  Agustus 2026

Fase/Kelas           : A/Kelas 2 Abu Hurairah

Mata Pelajaran   : Matematika

Materi                   :Bab 2 Penjumlahan Dua Bilangan Susun ke Bawah dengan Teknik Menyimpan

Pertemuan ke       : 2

                                  

Kelas 2 SD • Bab 2 Matematika

Penjumlahan Bersusun dengan Teknik Menyimpan

Pertemuan ke-2 · Ayo belajar menjumlahkan bilangan besar dengan cara yang rapi dan seru!

🎯 Capaian Pembelajaran

Merujuk pada Capaian Pembelajaran Fase A terbaru (Keputusan Kepala BSKAP Kemendikdasmen No. 046/H/KR/2025):

Elemen Bilangan: Murid memiliki pemahaman dan intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100, dapat membaca, menulis, menentukan nilai tempat, serta melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan menggunakan benda-benda konkret.

Elemen Aljabar: Murid memahami makna simbol matematika "=" dalam kalimat matematika yang berkaitan dengan penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah.

🌱 Tujuan Pembelajaran

Pada akhir pembelajaran, murid mampu menjumlahkan dua bilangan dengan teknik susun ke bawah menggunakan teknik menyimpan (apabila hasil penjumlahan pada kolom satuan atau puluhan lebih dari 9).

Berikut rincian bagaimana tujuan ini dihadirkan dalam kegiatan belajar, beserta kategorinya:

  • Berdoa bersama dan mendengarkan makna ayat Al-Qur'an tentang ketelitian menghitung mindful
  • Mengerjakan 5 soal benar/salah untuk mengecek pemahaman materi pertemuan sebelumnya mindful
  • Menonton video pembelajaran animasi tentang teknik menyimpan joyful
  • Mendengarkan penjelasan materi dengan contoh kehidupan sehari-hari (kelereng, permen, buku) meaningful
  • Berlatih soal bersama teman sebangku dengan bimbingan guru meaningful
  • Bermain "Kartu Jumlah Seru" — mengambil kartu bilangan lalu menjumlahkannya bersama kelompok joyful
  • Mempresentasikan hasil kerja kelompok di depan kelas meaningful
  • Merefleksikan bagian yang masih sulit di akhir pembelajaran mindful
  • Mengerjakan asesmen formatif secara mandiri meaningful

🧭 Alur Tujuan Pembelajaran

1

Murid mengingat kembali konsep penjumlahan bersusun tanpa menyimpan dari pertemuan sebelumnya.

2

Murid mengamati dan memahami konsep "menyimpan" melalui video pembelajaran dan benda konkret (kelereng).

3

Murid memahami langkah-langkah prosedural menyimpan angka dalam penjumlahan bersusun.

4

Murid berlatih soal penjumlahan dengan teknik menyimpan secara terbimbing bersama pasangan.

5

Murid mengaplikasikan pemahamannya lewat permainan kelompok dan lembar kerja.

6

Murid merefleksikan proses belajarnya bersama guru.

7

Murid menyelesaikan asesmen formatif secara mandiri untuk mengukur pemahaman akhir.

📚 Rincian Pembelajaran


Model & MetodePembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching and Learning) dipadukan dengan Pembelajaran Berbasis Permainan (Game-Based Learning); metode ceramah interaktif, demonstrasi, tanya jawab, diskusi kelompok, dan permainan edukatif.
Media & Alat PeragaVideo pembelajaran, papan tulis, LCD/televisi, kelereng/lidi/manik-manik, kartu bilangan, lembar kerja, Buku Cerdas Matematika Masmedia Kelas 2 Bab 2.
✦ ✦ ✦

🔎 Pembukaan: Review Materi Pertemuan 1

Sebelum masuk ke materi baru, ayo jawab dulu 5 soal benar/salah berikut tentang penjumlahan bersusun tanpa menyimpan!

  1. Pada penjumlahan bersusun, angka satuan dijumlahkan dengan angka satuan. (Benar/Salah?)
  2. 23 + 14 hasilnya adalah 47. (Benar/Salah?)
  3. Saat menjumlahkan bersusun, kita mulai menghitung dari kolom puluhan terlebih dahulu. (Benar/Salah?)
  4. 15 + 12 hasilnya adalah 27. (Benar/Salah?)
  5. Angka puluhan pada bilangan 32 adalah 3. (Benar/Salah?)

Kunci Jawaban: 1. Benar   2. Salah (hasil sebenarnya 37)   3. Salah (mulai dari satuan)   4. Benar   5. Benar

🎬 Inti Pembelajaran: Video dan Penjelasan

📺 Tonton video pembelajaran berikut ini:

Penjumlahan dengan Teknik Menyimpan Kelas 2 SD

Ringkasan Materi

Kadang saat menjumlahkan dua bilangan, hasil penjumlahan pada kolom satuan bisa lebih dari 9. Nah, di sinilah kita memakai teknik menyimpan!

Contoh dalam kehidupan sehari-hari: Dita punya 27 kelereng, lalu kakaknya memberi 15 kelereng lagi. Berapa kelereng Dita sekarang?

  ¹
 2 7
1 5 +
4 2

Langkah-langkahnya:

  1. Jumlahkan kolom satuan dulu: 7 + 5 = 12. Karena 12 lebih dari 9, tulis angka 2 di kolom satuan, lalu simpan angka 1 ke kolom puluhan.
  2. Jumlahkan kolom puluhan beserta angka simpanan: 2 + 1 + 1 (simpanan) = 4.
  3. Jadi, 27 + 15 = 42. Kelereng Dita sekarang ada 42 buah!

Ingat ya: teknik menyimpan dipakai setiap kali hasil penjumlahan satu kolom (satuan atau puluhan) mencapai 10 atau lebih — sama seperti saat kita menukar 10 keping uang seratusan menjadi 1 keping uang seribuan!

✦ ✦ ✦

📝 Penutup: Asesmen Formatif

A. Pilihan Ganda

  1. Mudah15 + 8 = ...
    • A. 13
    • B. 23
    • C. 33
  2. Mudah26 + 7 = ...
    • A. 33
    • B. 43
    • C. 23
  3. Mudah19 + 14 = ...
    • A. 33
    • B. 23
    • C. 43
  4. Mudah24 + 18 = ...
    • A. 32
    • B. 52
    • C. 42
  5. Sedang37 + 26 = ...
    • A. 63
    • B. 53
    • C. 73
  6. SedangSaat menjumlahkan 45 + 38, hasil penjumlahan satuan (5 + 8) adalah 13. Angka yang disimpan ke kolom puluhan adalah ...
    • A. 13
    • B. 1
    • C. 3
  7. Sedang58 + 29 = ...
    • A. 77
    • B. 97
    • C. 87
  8. SukarDina mempunyai 27 kelereng. Kakaknya memberi 15 kelereng lagi. Berapa jumlah kelereng Dina sekarang?
    • A. 42
    • B. 32
    • C. 52
  9. SukarDi kelas ada 34 buku cerita dan 29 buku pelajaran. Berapa jumlah semua buku itu?
    • A. 73
    • B. 63
    • C. 53
  10. SukarSebuah toko memiliki 48 permen rasa jeruk dan 36 permen rasa stroberi. Berapa hasil penjumlahan angka satuannya (8 + 6) sebelum dituliskan dalam bentuk simpanan?
    • A. 4
    • B. 41
    • C. 14

B. Isian Singkat

  1. Mudah18 + 6 = ...
  2. Mudah25 + 9 = ...
  3. Sedang33 + 28 = ...
  4. Sedang46 + 25 = ...
  5. SukarIbu membeli 29 apel merah dan 34 apel hijau. Berapa jumlah semua apel Ibu?

C. Esai / Uraian

  1. MudahHitunglah 17 + 5 dengan cara bersusun ke bawah! Tunjukkan langkah menyimpan jika diperlukan.
  2. MudahHitunglah 28 + 16 dengan cara bersusun ke bawah! Jelaskan kapan kamu perlu menyimpan angka.
  3. SedangJelaskan dengan kata-katamu sendiri, apa yang dimaksud dengan "teknik menyimpan" dalam penjumlahan bersusun. Berikan satu contoh soal beserta jawabannya.
  4. SedangRani mempunyai 36 kelereng. Ayahnya memberi 27 kelereng lagi. Berapa jumlah kelereng Rani sekarang? Tuliskan langkahnya: diketahui, ditanyakan, kalimat matematika, penghitungan, dan kesimpulan.
  5. SukarDi sebuah taman terdapat 38 burung merpati. Kemudian datang lagi 45 burung merpati baru. Berapa banyak burung merpati di taman itu sekarang? Selesaikan secara lengkap dan jelaskan pada langkah mana kamu menggunakan teknik menyimpan.

🔑 Kunci Jawaban

A. Pilihan Ganda:
1. B (23)   2. A (33)   3. A (33)   4. C (42)   5. A (63)   6. B (1)   7. C (87)   8. A (42)   9. B (63)   10. C (14)

B. Isian Singkat:
1. 24   2. 34   3. 61   4. 71   5. 63 apel

C. Esai:
1. 17 + 5 = 22 (satuan 7+5=12, tulis 2 simpan 1; puluhan 1+0+1=2)
2. 28 + 16 = 44 (satuan 8+6=14, tulis 4 simpan 1; puluhan 2+1+1=4)
3. Menyimpan adalah membawa "kelebihan" angka dari kolom satuan ke kolom puluhan ketika hasil penjumlahan kolom itu 10 atau lebih. Contoh: 19 + 6 = 25 (satuan 9+6=15, tulis 5 simpan 1; puluhan 1+0+1=2).
4. 36 + 27 = 63 kelereng. Diketahui: 36 dan 27 kelereng. Ditanyakan: jumlah kelereng sekarang. Kalimat matematika: 36 + 27. Penghitungan: satuan 6+7=13 (tulis 3, simpan 1), puluhan 3+2+1=6. Kesimpulan: kelereng Rani sekarang ada 63 buah.
5. 38 + 45 = 83 ekor burung. Teknik menyimpan digunakan saat menjumlahkan kolom satuan: 8+5=13, ditulis 3 dan disimpan 1 ke kolom puluhan, lalu puluhan 3+4+1=8.

✦ ✦ ✦

✅ Ringkasan Materi

Hari ini murid belajar bahwa penjumlahan bersusun ke bawah kadang membutuhkan teknik menyimpan, yaitu saat hasil penjumlahan pada satu kolom (satuan atau puluhan) mencapai 10 atau lebih. Angka simpanan ditulis kecil di atas kolom berikutnya dan ikut dijumlahkan. Dengan latihan menggunakan benda konkret, video, dan permainan, murid diharapkan semakin percaya diri menghitung bilangan yang lebih besar secara rapi dan tepat.

👩‍🏫 Kesimpulan Pengajaran

Kendala Pembelajaran



 

Selamat Mengajar! 🌟

SD Al Azhar 1 Bandar Lampung — Guru Kelas 2 Abu Hurairah

Kamis, 27 Agustus 2026

Materi Ajar Bahasa Indonesia

 Identitas

Nama Guru        : Amelia Anggraini, S.Pd.

Hari/ Tanggal      : Jumat/ 28  Agustus 2026

Fase/Kelas           : A/Kelas 2 Abu Hurairah

Mata Pelajaran   : Bahasa Indonesia

Materi                   :Bab 2 Menuliskan Contoh Kalimat Tanya

Pertemuan ke       : 3

                                  

 

Bahasa Indonesia • Kelas 2 SD • Bab 2

Yuk, Menuliskan Contoh
Kalimat Tanya! ❓✏️


?

Capaian Pembelajaran

(Kurikulum Merdeka — Fase A, revisi Pembelajaran Mendalam/Deep Learning 2026)

Peserta didik memiliki kemampuan berbahasa untuk berkomunikasi dan bernalar sesuai tujuan kepada teman sebaya dan orang dewasa di sekitarnya tentang diri dan lingkungannya. Peserta didik mampu merespons dengan bertanya tentang sesuatu serta menanggapi komentar orang lain (teman, guru, dan orang dewasa) dengan baik dan santun dalam suatu percakapan.

Pada elemen Menulis, peserta didik mampu menunjukkan keterampilan menulis permulaan dengan benar dan mengembangkan tulisan tangan yang mulai menuju tulisan yang jelas, termasuk menuliskan kalimat sederhana — salah satunya kalimat tanya — menggunakan kata tanya dan tanda baca yang tepat.

Tujuan Pembelajaran

Murid mampu menuliskan contoh kalimat tanya dengan menggunakan kata tanya dan tanda tanya yang tepat.

💡 Manfaat: Dengan mampu menuliskan kalimat tanya, murid dapat menyampaikan pertanyaan secara tertulis dengan jelas kepada orang lain.

Bagaimana tujuan ini dilaksanakan dalam kegiatan belajar?

1
Guru mengajak murid mengingat kembali ciri-ciri kalimat tanya melalui tanya jawab santai. Mindful
2
Murid menonton video pembelajaran tentang menyusun kalimat tanya. Joyful
3
Murid mengamati gambar situasi lucu (misalnya anak sedang kebingungan) lalu menebak kalimat tanya yang cocok. Joyful
4
Guru mencontohkan cara menulis kalimat tanya berdasarkan gambar, murid menirukan dengan gambar lain. Mindful
5
Murid menuliskan 3 kalimat tanya berdasarkan gambar dan membacakannya di depan kelas dengan percaya diri. Joyful
6
Murid menuliskan kalimat tanya tentang kegiatan keluarganya sendiri di rumah, agar terasa dekat dan bermakna dalam kehidupan sehari-hari. Meaningful
7
Guru dan murid merefleksikan kembali langkah menulis kalimat tanya dan bagian mana yang masih sulit. Mindful

Alur Tujuan Pembelajaran

Langkah 1 — Murid mengingat kembali ciri-ciri kalimat tanya yang telah dipelajari sebelumnya.
Langkah 2 — Murid mengenali dan memilih kata tanya yang tepat (apa, siapa, di mana, kapan, mengapa, bagaimana) sesuai konteks gambar.
Langkah 3 — Murid menyusun kata-kata menjadi kalimat tanya yang runtut dan mudah dipahami.
Langkah 4 — Murid menuliskan kalimat tanya dengan tanda tanya (?) yang benar di akhir kalimat.
Langkah 5 — Murid mempresentasikan kalimat tanya yang ditulis di depan kelas dan mendapat penguatan dari guru.
Langkah 6 — Murid menerapkan kemampuan menulis kalimat tanya pada konteks kehidupan sehari-hari (tugas rumah).

Materi

(Catatan: bagian materi disesuaikan dengan topik Pertemuan 3 pada RPP, yaitu Menuliskan Contoh Kalimat Tanya)

1. Memahami Kata Tanya dan Ciri Kalimat Tanya

Kalimat tanya adalah kalimat yang digunakan untuk menanyakan sesuatu, diakhiri dengan tanda tanya (?). Kata tanya yang sering digunakan: apa, siapa, di mana, kapan, mengapa, dan bagaimana.

2. Manfaat Kalimat Tanya dalam Kehidupan Sehari-hari

Kalimat tanya membantu kita menyampaikan rasa ingin tahu dan meminta informasi kepada orang lain secara sopan, misalnya saat bertanya kepada guru, orang tua, atau teman.

3. Mengetahui Cara Menuliskan Kalimat Tanya yang Tepat

Kalimat tanya ditulis dengan urutan kata yang runtut, huruf kapital di awal kalimat, dan tanda tanya (?) di akhir kalimat — bukan tanda titik (.) atau tanda seru (!).

Model dan Metode Pembelajaran

Model PembelajaranMetode
Pembelajaran Langsung (Direct Instruction) dipadukan dengan pendekatan Deep Learning (Mindful, Meaningful, Joyful)Ceramah interaktif, tanya jawab, demonstrasi, penugasan, dan presentasi

Media dan Alat Peraga

  • Video pembelajaran tentang kalimat tanya
  • Kartu bergambar situasi sehari-hari (untuk membuat kalimat tanya)
  • Kartu kata tanya (apa, siapa, di mana, kapan, mengapa, bagaimana)
  • Papan tulis dan spidol
  • Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)
  • Alat tulis (pensil, penghapus, buku tulis)

Pembukaan

الَّذِيْ عَلَّمَ بِالْقَلَمِ
"Yang mengajarkan (manusia) dengan pena."
QS. Al-'Alaq (96): Ayat 4

Guru mengaitkan makna ayat tersebut dengan pembelajaran: Allah mengajarkan manusia menulis dengan pena, maka dari itu kita perlu belajar menuliskan kalimat tanya dengan tepat dan benar.

Inti Pembelajaran: Video dan Penjelasan

Sebelum belajar lebih lanjut, ayo kita simak video pembelajaran berikut ini ya, anak-anak! 🎬

Ringkasan Materi

Kalimat tanya adalah kalimat yang kita gunakan untuk bertanya kepada orang lain. Ciri utamanya adalah menggunakan kata tanya dan diakhiri dengan tanda tanya (?), bukan tanda titik atau tanda seru.

Untuk membuat kalimat tanya, kita bisa mengikuti tiga langkah mudah: (1) pilih kata tanya yang sesuai, (2) susun kata-kata menjadi kalimat yang runtut, dan (3) akhiri dengan tanda tanya (?).

Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari 🏠

?Siapa nama teman sebangkumu di kelas?
?Kapan kamu berangkat sekolah setiap pagi?
?Di mana kamu biasa mengerjakan pekerjaan rumah (PR)?
?Mengapa kita harus sarapan sebelum berangkat sekolah?
?Bagaimana cara kamu merapikan tempat tidur setiap pagi?

Penutup: Asesmen Formatif

A. Pilihan Ganda (10 soal)

1. Kalimat tanya diakhiri dengan tanda baca ...Mudah
  • A. tanda tanya (?)
  • B. titik (.)
  • C. tanda seru (!)
2. Kata tanya yang digunakan untuk menanyakan tempat adalah ...Mudah
  • A. Siapa
  • B. Kapan
  • C. Di mana
3. "... namamu?" Kata tanya yang tepat untuk melengkapi kalimat tersebut adalah ...Mudah
  • A. Siapa
  • B. Mengapa
  • C. Berapa
4. Kalimat tanya digunakan untuk ...Mudah
  • A. menanyakan sesuatu
  • B. menyampaikan perintah
  • C. mengungkapkan perasaan
5. "Kapan kamu bangun tidur?" Kalimat tanya tersebut menanyakan tentang ...Sedang
  • A. tempat
  • B. waktu
  • C. alasan
6. Kata tanya yang tepat untuk menanyakan alasan adalah ...Sedang
  • A. Mengapa
  • B. Kemana
  • C. Apa
7. "Ibu membeli sayur di pasar." Kalimat tanya yang sesuai dengan kalimat tersebut adalah ...Sedang
  • A. Kapan Ibu membeli sayur?
  • B. Siapa yang membeli sayur?
  • C. Di mana Ibu membeli sayur?
8. Manakah kalimat tanya yang penulisannya sudah tepat?Sukar
  • A. siapa nama ayahmu
  • B. Siapa nama ayahmu?
  • C. Siapa nama ayahmu!
9. Perhatikan gambar: seorang anak sedang menyiram tanaman di halaman rumah. Kalimat tanya yang tepat untuk gambar tersebut adalah ...Sukar
  • A. Mengapa anak itu menangis?
  • B. Siapa nama anak itu?
  • C. Apa yang sedang dilakukan anak itu?
10. Kalimat "kamu mau kemana" agar menjadi kalimat tanya yang benar seharusnya ditulis ...Sukar
  • A. Kamu mau kemana.
  • B. kamu mau kemana?
  • C. Kamu mau ke mana?

B. Isian Singkat (5 soal)

  1. Kalimat tanya selalu diakhiri dengan tanda ... Mudah
  2. Kata tanya untuk menanyakan orang adalah ... Mudah
  3. Lengkapilah: "... kamu pergi ke sekolah?" (menanyakan waktu) Sedang
  4. Buatlah satu kalimat tanya menggunakan kata tanya "mengapa"! Sedang
  5. Perbaikilah kalimat berikut menjadi kalimat tanya yang benar: "kamu suka makan apa" Sukar

C. Esai (5 soal)

  1. Sebutkan 3 kata tanya yang kamu ketahui! Mudah
  2. Jelaskan dengan kalimatmu sendiri, apa yang dimaksud dengan kalimat tanya! Mudah
  3. Tuliskan 2 kalimat tanya tentang kegiatanmu di rumah! Sedang
  4. Bayangkan sebuah gambar anak sedang membaca buku di perpustakaan. Buatlah 2 kalimat tanya yang sesuai dengan gambar tersebut! Sukar
  5. Buatlah sebuah kalimat tanya menggunakan kata tanya "bagaimana", lalu jelaskan mengapa tanda tanya penting digunakan di akhir kalimat tanya! Sukar
🔑 Lihat Kunci Jawaban

Kunci Jawaban Pilihan Ganda

1. A   2. C   3. A   4. A   5. B   6. A   7. C   8. B   9. C   10. C

Kunci Jawaban Isian Singkat

  1. Tanda tanya (?)
  2. Siapa
  3. Kapan
  4. Jawaban bervariasi, contoh: "Mengapa langit berwarna biru?"
  5. Kamu suka makan apa?

Kunci Jawaban Esai

  1. Jawaban bervariasi, contoh: apa, siapa, di mana, kapan, mengapa, bagaimana (menyebutkan 3 saja sudah benar).
  2. Kalimat tanya adalah kalimat yang digunakan untuk menanyakan sesuatu kepada orang lain, ditandai dengan kata tanya dan diakhiri tanda tanya (?).
  3. Jawaban bervariasi, contoh: "Kapan kamu membantu Ibu di rumah?" / "Siapa yang menyapu halaman setiap pagi?"
  4. Jawaban bervariasi, contoh: "Apa judul buku yang sedang dibaca anak itu?" / "Mengapa ia membaca di perpustakaan?"
  5. Jawaban bervariasi, contoh: "Bagaimana cara membuat layang-layang?" — Tanda tanya penting agar pembaca tahu bahwa kalimat tersebut adalah pertanyaan, bukan pernyataan biasa.

Ringkasan Materi

Hari ini kita belajar menuliskan contoh kalimat tanya menggunakan kata tanya yang tepat (apa, siapa, di mana, kapan, mengapa, bagaimana) yang diakhiri tanda tanya (?). Kemampuan ini penting agar kita dapat menyampaikan rasa ingin tahu dan bertanya kepada orang lain dengan jelas dan sopan dalam kehidupan sehari-hari. Yuk, terus berlatih menulis kalimat tanya di rumah! 🌸✏️

Kesimpulan Pengajaran (Catatan Guru)

⚠️ Kendala Pembelajaran

  • Sebagian murid masih kesulitan membedakan kata tanya yang mirip, seperti "di mana" dan "ke mana".
  • Ada murid yang belum lancar menulis sehingga proses menyusun kalimat menjadi lebih lambat.
  • Beberapa murid kurang percaya diri saat membacakan kalimat tanya di depan kelas.

✅ Tindak Lanjut

  • Memberikan pendampingan individu bagi murid yang masih kesulitan menulis kalimat tanya.
  • Menyediakan kartu kata tanya sebagai alat bantu visual saat latihan.
  • Memberikan latihan tambahan menulis kalimat tanya secara berkala di rumah maupun di sekolah.
  • Menciptakan suasana kelas yang hangat agar murid lebih percaya diri saat tampil di depan kelas.

Rabu, 26 Agustus 2026

Materi Ajar Seni Rupa

  Identitas

Nama Guru        : Amelia Anggraini, S.Pd.

Hari/ Tanggal      : Kamis/ 27  Agustus 2026

Fase/Kelas           : A/Kelas 2 Abu Hurairah

Mata Pelajaran   : Matematika

Materi                   : Memahami Pencampuran Warna, Manfaat Pencampuran Warna, dan Mengetahui Fungsi Gunting

Pertemuan ke       : 7

                                  

 

Seni Rupa Kelas 2 ✂️

📌 Capaian Pembelajaran 

Materi ini berada dalam lingkup Fase A (Kelas 1–2 SD) mata pelajaran Seni Rupa, yang terdiri dari lima elemen dasar berikut ini.
  • Mengalami — murid mengamati unsur-unsur rupa di sekitarnya dan mulai mengenal alat serta bahan berkarya seperti kertas, alat mewarnai, alat membentuk, dan alat memotong.
  • Menciptakan — murid mampu membuat karya dengan mengeksplorasi unsur garis, bentuk, dan warna.
  • Merefleksikan — murid mampu menceritakan kembali kesan dan perasaannya terhadap karya yang dibuat atau dilihatnya.
  • Berpikir dan Bekerja Artistik — murid mengenal prosedur sederhana dalam berkarya serta memahami pentingnya keselamatan saat menggunakan alat.
  • Berdampak — karya yang dihasilkan murid diharapkan memberi manfaat positif bagi dirinya dan lingkungan sekitar.
Pertemuan ke-7 ini secara khusus menguatkan elemen Mengalami dan Berpikir dan Bekerja Artistik, karena murid mengalami langsung proses mencampur warna sekaligus belajar menggunakan gunting secara aman.

🎯 Tujuan Pembelajaran & Pelaksanaannya

Murid mampu memahami pencampuran warna, memahami manfaat pencampuran warna, dan mengetahui fungsi gunting dengan benar dan aman.

Berikut rincian bagaimana tujuan ini dilaksanakan dalam kegiatan belajar:
  • Mindful Guru membacakan ayat Al-Qur'an tentang keindahan warna ciptaan Allah sebagai pembuka kesadaran belajar.
  • Joyful Guru mendemonstrasikan mencampur warna merah dan kuning langsung di depan kelas sebagai pemantik rasa ingin tahu.
  • Joyful Murid menonton video pembelajaran tentang pencampuran warna primer dan sekunder.
  • Meaningful Murid berkelompok mempraktikkan sendiri mencampur warna primer menggunakan palet kecil dan mengamati warna baru yang terbentuk.
  • Meaningful Guru menjelaskan manfaat pencampuran warna dalam menciptakan karya seni yang lebih hidup dan bervariasi.
  • Mindful Guru mendemonstrasikan cara memegang dan menggunakan gunting dengan aman sebelum murid mencoba.
  • Joyful Sesi tanya jawab interaktif dan refleksi tentang warna favorit hasil percobaan murid.
  • Meaningful Tugas rumah mencampur dua warna bersama orang tua sebagai penguatan pemahaman di luar kelas.

🧭 Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Murid mengingat kembali warna primer (merah, kuning, biru) yang sudah dipelajari sebelumnya.
  2. Murid mengamati demonstrasi guru mencampur dua warna primer.
  3. Murid menonton video pembelajaran tentang pencampuran warna.
  4. Murid mempraktikkan langsung mencampur warna secara berkelompok.
  5. Murid menyimpulkan warna sekunder yang terbentuk dari hasil percobaan.
  6. Murid memahami manfaat pencampuran warna dalam berkarya seni.
  7. Murid mengenal fungsi gunting dan cara menggunakannya dengan aman.
  8. Murid mengerjakan asesmen formatif dan tugas rumah sebagai penguatan.

📘 Materi Pembelajaran

1. Pencampuran Warna

Warna primer adalah warna dasar yang tidak berasal dari campuran warna lain, yaitu merah, kuning, dan biru. Jika dua warna primer dicampurkan, akan terbentuk warna baru yang disebut warna sekunder.
Merah
+
Kuning
=
Oranye
Kuning
+
Biru
=
Hijau
Biru
+
Merah
=
Ungu
Contoh dalam kehidupan sehari-hari: saat kita mewarnai gambar jeruk, kita bisa mencampur pewarna merah dan kuning agar mendapat warna oranye yang mirip jeruk asli. Begitu juga saat mewarnai rumput, kita mencampur kuning dan biru agar menjadi hijau seperti daun.

2. Manfaat Pencampuran Warna

  • Menghasilkan lebih banyak pilihan warna tanpa harus membeli banyak pewarna baru.
  • Membuat gambar dan karya seni terlihat lebih hidup dan menarik.
  • Melatih kreativitas dan rasa ingin tahu murid dalam bereksperimen.
Contohnya, saat menggambar pelangi atau kebun bunga, murid bisa mencampur warna sendiri agar hasilnya lebih beragam daripada hanya memakai warna yang sudah jadi.

3. Fungsi Gunting

Gunting berfungsi untuk memotong kertas atau bahan lain menjadi bentuk atau ukuran yang diinginkan, misalnya saat membuat kolase atau menggunting pola gambar. Cara menggunakan gunting dengan aman:
  • Pegang gunting dengan benar, jari di lubang pegangan.
  • Arahkan mata gunting menjauh dari tubuh dan teman.
  • Potong perlahan mengikuti garis pola.
  • Minta bantuan guru jika mengalami kesulitan.
Contoh sehari-hari: saat membantu ibu menggunting kertas kado atau menggunting pola baju kertas mainan, kita perlu berhati-hati agar tidak melukai tangan.

🧩 Model dan Metode Pembelajaran

Model: Pembelajaran berbasis eksperimen (experiential learning) dan demonstrasi.
Metode: Ceramah interaktif, tanya jawab, demonstrasi guru, dan praktik langsung berkelompok.

🖌️ Media dan Alat Peraga

  • Pewarna (cat air atau krayon) warna merah, kuning, biru
  • Palet atau wadah kecil untuk mencampur warna
  • Kuas dan air
  • Gunting anak (ujung tumpul)
  • Kertas gambar dan kertas warna untuk kolase
  • Televisi/LCD untuk menonton video pembelajaran
  • Buku Seni Rupa Masmedia

🌅 Pembukaan: Renungan Al-Qur'an

"Tidakkah engkau melihat bahwa Allah menurunkan air hujan dari langit, lalu Kami hasilkan dengan air itu buah-buahan yang beraneka macam jenisnya dan warnanya. Dan di antara gunung-gunung itu ada garis-garis putih dan merah yang beraneka macam warnanya, dan ada pula yang hitam pekat."

— QS. Fatir (35): 27

Ayat ini mengingatkan kita bahwa Allah SWT menciptakan alam semesta dengan berbagai macam warna yang indah. Agar dapat menikmati dan berkarya dengan keindahan warna ciptaan Allah, manusia diberi akal untuk menciptakan dan menggunakan alat serta media, seperti pewarna dan gunting, sehingga bisa mengekspresikan keindahan warna ke dalam karya seni.

🎬 Video Pembelajaran

Tautan: https://www.youtube.com/watch?v=NVwmM3PO7D4

📝 Ringkasan Materi untuk Dibaca Murid

Halo, anak-anak! Hari ini kita belajar tentang warna dan gunting. Warna dasar yang kita punya ada tiga, yaitu merah, kuning, dan biru. Ketiga warna ini disebut warna primer. Jika kita mencampur dua warna primer, akan muncul warna baru yang disebut warna sekunder. Merah + kuning menjadi oranye seperti warna jeruk. Kuning + biru menjadi hijau seperti warna daun. Biru + merah menjadi ungu seperti warna terong. Mencampur warna itu berguna supaya gambar yang kita buat punya lebih banyak warna dan terlihat lebih indah. Kita tidak perlu membeli banyak pewarna, cukup mencampur warna yang sudah ada. Selain warna, kita juga belajar tentang gunting. Gunting berguna untuk memotong kertas menjadi bentuk yang kita inginkan, misalnya saat membuat kolase atau kerajinan tangan. Saat memakai gunting, kita harus hati-hati: pegang dengan benar, arahkan mata gunting menjauh dari badan, dan minta bantuan guru kalau kesulitan.

✅ Asesmen Formatif

A. Pilihan Ganda (10 Soal)

1. Warna yang tidak berasal dari campuran warna lain disebut warna...Mudah
A. Sekunder   B. Primer   C. Gelap   D. Netral
2. Berikut ini yang termasuk warna primer adalah...Mudah
A. Merah, kuning, biru   B. Oranye, hijau, ungu   C. Hitam, putih, abu   D. Merah, hijau, ungu
3. Alat yang digunakan untuk memotong kertas adalah...Mudah
A. Penggaris   B. Kuas   C. Gunting   D. Pensil
4. Saat memegang gunting, mata gunting sebaiknya diarahkan...Mudah
A. Ke arah tubuh   B. Menjauh dari tubuh   C. Ke arah teman   D. Ke atas kepala
5. Warna merah dicampur warna kuning menghasilkan warna...Sedang
A. Hijau   B. Ungu   C. Oranye   D. Cokelat
6. Warna kuning dicampur warna biru menghasilkan warna...Sedang
A. Oranye   B. Hijau   C. Ungu   D. Merah muda
7. Manfaat pencampuran warna dalam berkarya seni adalah...Sedang
A. Membuat karya lebih sedikit warna   B. Membuat karya lebih hidup dan bervariasi   C. Membuat kertas robek   D. Membuat gunting tumpul
8. Nadia ingin mewarnai gambar terong. Warna yang tepat didapat dengan mencampur...Sukar
A. Merah dan biru   B. Merah dan kuning   C. Kuning dan biru   D. Hijau dan oranye
9. Saat menggunting pola kertas untuk kolase namun merasa kesulitan, sebaiknya murid...Sukar
A. Memaksakan diri sendirian   B. Meminta bantuan guru   C. Membuang gunting   D. Berhenti belajar seni rupa
10. Jika Fajar mencampur warna biru dan merah untuk membuat gambar bunga ungu, warna yang ia gunakan disebut warna...Sukar
A. Primer   B. Sekunder   C. Netral   D. Gelap

B. Isian Singkat (5 Soal)

1. Tiga warna primer adalah merah, kuning, dan .... Mudah
2. Alat untuk memotong kertas dalam berkarya seni disebut .... Mudah
3. Warna yang terbentuk dari campuran dua warna primer disebut warna .... Sedang
4. Merah dicampur biru menghasilkan warna .... Sedang
5. Saat menggunakan gunting, mata gunting harus diarahkan .... dari tubuh. Sukar

C. Esai (5 Soal)

1. Sebutkan tiga warna primer yang kamu ketahui! Mudah
2. Jelaskan apa fungsi gunting dalam berkarya seni! Mudah
3. Jelaskan apa yang terjadi jika warna kuning dicampur dengan warna biru! Sedang
4. Sebutkan dua manfaat mencampur warna dalam membuat karya seni! Sedang
5. Ceritakan bagaimana cara menggunakan gunting dengan aman, lalu berikan satu contoh benda di rumah yang bisa dibuat dengan cara menggunting kertas! Sukar

🔑 Kunci Jawaban

A. Pilihan Ganda:
1. B   2. A   3. C   4. B   5. C   6. B   7. B   8. A   9. B   10. B

B. Isian Singkat:
1. Biru
2. Gunting
3. Sekunder
4. Ungu
5. Menjauh

C. Esai (kunci alternatif jawaban):
1. Merah, kuning, biru.
2. Untuk memotong kertas atau bahan lain menjadi bentuk yang diinginkan dalam berkarya seni.
3. Menghasilkan warna hijau.
4. Menghasilkan lebih banyak pilihan warna; membuat karya seni lebih hidup dan menarik.
5. Memegang gunting dengan benar, mengarahkan mata gunting menjauh dari tubuh, memotong perlahan mengikuti pola, dan meminta bantuan guru bila kesulitan; contoh benda: kartu ucapan atau hiasan kolase dari kertas.

🌸 Kesimpulan

Melalui pembelajaran hari ini, murid memahami bahwa warna primer (merah, kuning, biru) dapat dicampur menjadi warna sekunder (oranye, hijau, ungu), serta memahami manfaat pencampuran warna dalam membuat karya seni yang lebih hidup dan bervariasi. Murid juga mengenal fungsi gunting sebagai alat memotong dalam berkarya, beserta cara menggunakannya dengan aman dan hati-hati.

📋 Kesimpulan Pengajaran

Kendala Pembelajaran:
  • Sebagian murid masih kesulitan mengendalikan takaran warna saat mencampur sehingga warna sekunder yang dihasilkan kurang jelas.
  • Beberapa murid belum terbiasa memegang gunting dengan benar sehingga membutuhkan bimbingan ekstra dari guru.
  • Waktu praktik kelompok terbatas sehingga tidak semua murid sempat mencoba mencampur lebih dari satu kombinasi warna.
Tindak Lanjut:
  • Memberikan latihan tambahan mencampur warna di rumah bersama orang tua melalui tugas rumah yang sudah diberikan.
  • Menyediakan gunting anak yang aman dan mendampingi murid secara individu saat berlatih menggunting.
  • Mengatur ulang alokasi waktu praktik kelompok pada pertemuan berikutnya agar lebih merata.