Materi Ajar Bahasa Indonesia
Nama Guru : Amelia Anggraini, S.Pd.
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Hari/ Tanggal : Jum,at/ 24 Juli 2026
Kelas : Kelas 2 Abu Hurairah
Bab/Materi Ajar : Bab 1/ Mengenal perasaan
TP / Kriteria Pembelajaran :
Memahami informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengarkan) berupa percakapan yang berkaitan dengan diri, keluarga, dan/atau lingkungan sekitar.
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh! 👋
Selamat pagi, anak-anak sholih dan sholihah kesayangan Ibu Guru! Sebelum belajar hari ini, yuk berdoa dulu supaya ilmu yang kita pelajari membawa manfaat dan keberkahan.
رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا وَارْزُقْنِي فَهْمًا
"Rabbi zidnii 'ilman warzuqnii fahmaa"
Artinya: "Ya Allah, tambahkanlah ilmu kepadaku dan berilah aku pemahaman yang baik." Aamiin. 🤲
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an Surah 'Abasa ayat 38–40, bahwa ada wajah yang berseri-seri karena gembira, dan ada pula wajah yang muram karena sedih. Dari sini kita belajar bahwa wajah seseorang bisa menunjukkan perasaannya. Yuk, hari ini kita belajar mengenali perasaan lewat wajah, dan menjadi anak sholih dan sholihah yang pandai menjaga perasaan orang lain. 🌟
Yuk, sekarang kita mulai belajar! 🎉
Wajah Kita Bisa Bercerita, lho!
Coba perhatikan wajah teman-teman di sekitarmu. Tanpa perlu berbicara, kita sering bisa menebak perasaan mereka hanya dari raut wajahnya. Ini karena setiap perasaan punya ciri ekspresi wajah yang berbeda-beda.
Kalau kita bisa mengenali perasaan orang lain dari wajahnya, kita akan lebih mudah bersikap baik kepada mereka — misalnya menghibur teman yang sedih, atau ikut senang saat teman kita bahagia.
Yuk, Tebak Perasaan Tokoh Ini!
Dito baru saja belajar naik sepeda. Tiba-tiba ban sepedanya tergelincir di jalan berkerikil dan Dito jatuh. Lututnya terasa perih dan matanya mulai berkaca-kaca. Melihat itu, Dini segera menghampiri, membantu Dito berdiri, dan berkata, "Tidak apa-apa, aku bantu ya. Kamu hebat sudah berani mencoba naik sepeda."
Dari cerita di atas, perasaan Dito adalah sedih karena terjatuh dan kesakitan. Sikap Dini menunjukkan cara menjaga perasaan teman: menghampiri, menghibur, dan mengucapkan kata-kata yang membuat hati Dito menjadi lebih baik.
Mengapa Kita Perlu Menjaga Perasaan Orang Lain?
Setiap orang punya perasaan, sama seperti kita. Ketika kita menjaga perasaan orang lain, mereka akan merasa dihargai dan disayangi.
Kita bisa menjaga perasaan teman dengan mengucapkan kata-kata yang baik, tidak mengejek, dan tidak menertawakan kesalahan orang lain.
Saat teman kita sedih atau kesulitan, kita bisa menghibur atau membantunya, seperti yang dilakukan Dini kepada Dito.
Saat teman kita senang, kita bisa ikut bergembira dan memberi selamat, agar kebahagiaannya semakin lengkap.
Yuk, Coba Sendiri!
Perhatikan wajah berikut ini: 😲 Menurutmu, perasaan apa yang ditunjukkan oleh wajah tersebut?
Nia mendapatkan nilai 100 pada ulangan matematikanya. Ia langsung tersenyum lebar dan berlari memeluk ibunya. Menurutmu, apa perasaan yang sedang dirasakan Nia?
Rani lupa membawa bekal makan siang dan terlihat murung di kelas. Manakah sikap yang tepat untuk menjaga perasaan Rani?
Jodohkan ciri wajah berikut dengan nama perasaan yang tepat: "Alis berkerut, wajah tegang, bibir rapat."
Ceritakan satu pengalamanmu ketika kamu membantu menjaga perasaan temanmu yang sedang sedih atau kesulitan. Apa yang kamu katakan atau lakukan?
📌 Kesimpulan
- Setiap perasaan (senang, sedih, marah, takut, terkejut) memiliki ciri ekspresi wajah yang berbeda-beda dan dapat kita kenali.
- Mengenali perasaan orang lain dari wajahnya membantu kita bersikap lebih peka dan peduli.
- Menjaga perasaan orang lain berarti berkata baik, tidak mengejek, serta mau menghibur dan membantu teman yang sedang kesulitan.
- Dengan saling menjaga perasaan, hubungan kita dengan teman dan keluarga akan menjadi lebih hangat dan penuh kasih sayang. 💗