Materi Ajar Bahasa Indonesia & Matematika
Nama Guru : Amelia Anggraini, S.Pd.
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia Matematika
Hari/ Tanggal : Selasa / 21 Juli 2026
Kelas : Kelas 2 Abu Hurairah
Bab/Materi Ajar :
Bab 1/ Mengenal perasaan
Bab 1/ Bilangan Cacah sampai dengan 50
TP / Kriteria Pembelajaran :
Memahami informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengarkan) berupa percakapan yang berkaitan dengan diri, keluarga, dan/atau lingkungan sekitar.
Menghitung dan membaca banyak benda sampai dengan 50 dengan tepat.
Bahasa Indonesia
Pembukaan Pembelajaran
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh! 👋
Selamat pagi, anak-anak sholih dan sholihah kesayangan Ibu Guru! Sebelum belajar hari ini, yuk berdoa dulu supaya ilmu yang kita pelajari membawa manfaat dan keberkahan.
رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا وَارْزُقْنِي فَهْمًا
"Rabbi zidnii 'ilman warzuqnii fahmaa"
Artinya: "Ya Allah, tambahkanlah ilmu kepadaku dan berilah aku pemahaman yang baik." Aamiin. 🤲
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an Surah Yusuf ayat 86, bahwa Nabi Yakub berkata, "Hanya kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku." Dari ayat ini kita belajar bahwa setiap perasaan yang kita rasakan itu wajar, dan kita boleh menyampaikannya — bahkan Nabi Yakub pun mengadukan perasaannya. Yuk, hari ini kita belajar mengenali perasaan kita dan orang lain, agar bisa menjadi anak sholih dan sholihah yang pandai memahami dan menjaga perasaan. 🌟
Yuk, sekarang kita mulai belajar! 🎉
Ragam Perasaan yang Kita Rasakan
Setiap hari kita bisa merasakan hal yang berbeda-beda. Kadang kita senang karena mendapat hadiah, kadang sedih karena kehilangan sesuatu, kadang marah karena diganggu teman, atau takut saat mendengar suara petir. Semua perasaan itu wajar untuk dirasakan siapa saja, termasuk kita.
Yang penting, kita perlu belajar mengenali perasaan itu dan menyampaikannya dengan cara yang baik kepada orang lain, bukan dengan marah-marah atau menyakiti orang lain.
Simak Percakapan Ini, Yuk!
Andi: "Za, kenapa wajahmu murung begitu?"
Reza: "Aku sedih, boneka kesayanganku hilang, Ndi."
Andi: "Aku ikut sedih mendengarnya. Yuk, kita cari sama-sama. Aku temani kamu, ya."
Dari percakapan di atas, Reza sedang merasa sedih karena kehilangan bonekanya. Andi menunjukkan sikap yang baik dengan bertanya, ikut merasakan, dan menawarkan bantuan. Itulah contoh menyampaikan dan menjaga perasaan dengan cara yang baik.
Mengapa Kita Perlu Mengenali dan Menjaga Perasaan?
Dengan mengenali perasaan sendiri, kita jadi lebih mudah menceritakan apa yang kita rasakan kepada orang tua, guru, atau teman.
Dengan mengenali perasaan orang lain, kita bisa bersikap empati — ikut merasakan apa yang mereka rasakan.
Kita bisa menyampaikan perasaan dengan kata-kata yang sopan, bukan dengan berteriak, memukul, atau mendiamkan orang lain.
Menjaga perasaan orang lain berarti kita berhati-hati dalam bersikap dan berkata-kata, agar tidak membuat orang lain sedih atau tersinggung.
Yuk, Coba Sendiri!
Sebutkan minimal 3 macam perasaan yang sudah kamu pelajari hari ini!
Simak percakapan berikut: "Bu, aku senang sekali! Aku dapat juara 1 lomba mewarnai!" Menurutmu, apa perasaan yang sedang dirasakan anak tersebut?
Fira sedih karena pensil warnanya patah. Manakah cara yang tepat untuk menjaga perasaan Fira?
Doni kesal karena mainannya dipinjam adiknya tanpa izin. Tuliskan satu kalimat yang bisa Doni ucapkan untuk menyampaikan perasaannya dengan baik (tanpa marah-marah)!
Ceritakan satu pengalamanmu ketika kamu merasa sangat senang atau sangat sedih. Apa yang membuatmu merasakan hal itu?
Matematika
Melanjutkan Hitungan ke Angka yang Lebih Besar
Sekarang benda yang kita hitung jumlahnya lebih banyak, lebih dari 25 sampai dengan 50. Kalau dihitung satu per satu terus, tentu akan lama dan mudah salah, ya. Nah, ada cara yang lebih mudah dan cepat, yaitu dengan mengelompokkan benda menjadi ikatan sepuluhan terlebih dahulu!
Coba bayangkan ada tumpukan lidi. Daripada dihitung satu-satu dari awal, kita ikat setiap 10 lidi menjadi satu ikatan. Setelah itu, kita tinggal menghitung ikatannya, lalu tambahkan sisa lidi yang belum diikat. Lebih cepat dan tidak mudah salah hitung! 🪄
Contoh: Menghitung Kelereng dengan Cara Mengelompokkan 🔵
🔵🔵🔵🔵🔵
🔵🔵🔵🔵🔵
🔵🔵🔵🔵🔵
Cara Mudah Menghitung Benda yang Banyak
Kelompokkan benda menjadi tumpukan/ikatan berisi 10, sampai bendanya habis atau kurang dari 10.
Hitung jumlah ikatan sepuluhan yang terbentuk (misalnya 3 ikatan = 30).
Hitung sisa benda yang tidak cukup untuk membentuk satu ikatan penuh (satuan).
Jumlahkan hasil ikatan sepuluhan dan sisa satuan, lalu sebutkan bilangannya dengan lafal yang benar.
Yuk, Coba Sendiri!
Perhatikan kumpulan bintang berikut. Kelompokkan menjadi sepuluhan dalam bayanganmu, lalu tulis jumlahnya!
Lanjutkan urutan bilangan berikut ini sampai selesai:
Ada berapa banyak kancing di bawah ini? Kelompokkan menjadi sepuluhan agar lebih mudah!
Tuliskan lambang bilangan (angka) dari nama bilangan berikut:
Ibu Guru punya 2 ikatan lidi (setiap ikatan berisi 10 lidi) dan 8 lidi lepas. Berapa jumlah lidi Ibu Guru semuanya?
🥢🥢🥢🥢🥢
🥢🥢🥢🥢🥢
🥢🥢🥢🥢
📌 Kesimpulan
- Membilang benda sampai 50 dilakukan dengan cara yang sama seperti membilang 1–25, yaitu berurutan tanpa ada yang terlewat atau terhitung dua kali.
- Untuk menghitung benda dalam jumlah banyak, kita bisa mengelompokkan menjadi ikatan sepuluhan terlebih dahulu, agar lebih cepat dan tidak mudah salah.
- Jumlah benda seluruhnya didapat dari jumlah ikatan sepuluhan ditambah sisa satuan yang belum terikat.
- Semakin sering berlatih, semakin lancar kita membilang benda dalam jumlah besar!